SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Koran Radar Banten edisi Senin, 6 Oktober 2025, menyoroti isu penting yang tengah menjadi perhatian publik.
Berita utama Radar Banten hari ini mengangkat tema paradoks ekonomi di Provinsi Banten, yang meski investasi terus meningkat pesat, tingkat pengangguran dan kemiskinan masih tinggi.
Di usia ke-25 tahun, Provinsi Banten menunjukkan kemajuan signifikan sebagai salah satu motor ekonomi nasional. Namun, di balik pertumbuhan investasi yang meroket, kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya terwujud.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten mencatat, realisasi investasi pada semester I 2025 mencapai Rp60,7 triliun atau 50,81 persen dari target tahun 2025. Angka tersebut menempatkan Banten dalam lima besar provinsi dengan realisasi investasi tertinggi nasional.
Sektor industri pengolahan, infrastruktur energi, dan properti menjadi penyumbang terbesar dalam capaian tersebut.
Namun, di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten per Februari 2025 masih mencapai 6,64 persen, tertinggi kedua secara nasional setelah DKI Jakarta. Sementara jumlah penduduk miskin di Banten tercatat 772.780 jiwa, dengan sebaran tertinggi di Kabupaten Pandeglang (8,51 persen) dan Lebak (8,03 persen).
Selain isu ekonomi, Radar Banten hari ini juga menyoroti persoalan ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemprov Banten yang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ketua Forum Pegawai Non PNS Banten, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa beberapa faktor membuat mereka gagal diangkat menjadi ASN.
“Tenaga honorer yang gagal dalam seleksi calon ASN tidak bisa ikut seleksi PPPK. Ada juga yang tidak memenuhi syarat, dan sebagian tidak hadir saat seleksi,” ungkap Taufik.
Masih dalam edisi yang sama, Radar Banten juga memberitakan rangkaian peringatan HUT ke-25 Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada ribuan pekerja rentan.
Penyerahan kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Banten Andra Soni pada upacara HUT ke-25 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Sabtu (4/10).
Sebanyak 4.100 nelayan dan 942 pengemudi ojek online menerima perlindungan sosial, sementara dua ahli waris pekerja bukan penerima upah (BPU) memperoleh santunan Jaminan Kematian.
Itulah rangkuman berita menarik yang terbit di koran Radar Banten hari ini. Untuk informasi lebih lengkap, pembaca dapat berlangganan koran cetak, edisi digital, atau mengakses berita terbaru seputar Banten di radarbanten.co.id.
Editor: Aas Arbi











