SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Ajakan Gubernur Banten Andra Soni agar para influencer dan konten kreator membantu memperkuat komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat mendapat sorotan tajam dari pengamat pemerintahan, Yhannu Setyawan.
Menurutnya, ajakan Gubernur Banten itu bagus dan relevan dengan era digital saat ini.
Namun, ia menilai yang paling perlu belajar komunikasi justru para pejabat di lingkungan Pemprov Banten.
“Publik memperhatikan beberapa pernyataan pejabat yang cenderung kurang empatik, emosional, bahkan berkarakter intimidatif. Ini bisa menimbulkan kesan arogan,” ujar Yhannu, Jumat, 10 Oktober 2025.
Ia mencontohkan, pernyataan larangan ASN dan non ASN untuk berunjuk rasa sebagai salah satu bentuk komunikasi yang dinilai kurang bijak.
“Masalahnya bukan pada aksi unjuk rasa, tapi pada adanya gap komunikasi antara pimpinan dan bawahan,” tandasnya.
Secara teoritis, lanjutnya, komunikasi publik yang baik harus bersifat transparan, jelas, relevan, dan dua arah.
“Tujuannya membangun kepercayaan, kesepahaman, serta partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik. Jadi, jangan sampai komunikasi hanya jadi instruksi dari atasan yang terkesan menekan,” tegasnya.
Yhannu juga mengingatkan pentingnya membangun model komunikasi pemerintahan yang lebih beretika dan partisipatif. “Kesalahan komunikasi sering justru bersumber dari pernyataan atau tindakan pejabat itu sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, pesan Gubernur Andra Soni seharusnya bukan hanya untuk influencer, tapi juga menjadi refleksi bagi para pejabat di lingkungan Pemprov Banten agar bisa menjadi teladan dalam berkomunikasi.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











