PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tumpukan batang bambu dan sampah memenuhi aliran Sungai Ciseukeut, tepatnya di perbatasan antara Desa Cimanis dan Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Sampah bambu tersebut tersangkut di tiang jembatan lama Cimanis yang hingga kini belum dibongkar, menyebabkan aliran sungai tersumbat dan berpotensi menimbulkan banjir saat musim hujan.
Menurut warga Desa Pangkalan, Dimas, tumpukan batang bambu itu berasal dari hulu sungai dan terbawa arus saat hujan deras pada Mei 2025 lalu.
“Bambu-bambu itu terbawa arus banjir dari hulu dan tersangkut di tiang jembatan lama hingga akhirnya menutupi aliran sungai,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 19 Oktober 2025.
Dimas menjelaskan, masih berdirinya jembatan lama menjadi penyebab utama tersangkutnya material dari hulu sungai. Akibatnya, aliran air terhambat dan tumpukan sampah semakin tinggi setiap harinya.
“Kalau tidak segera dibersihkan atau dibongkar, bisa memicu banjir besar. Sekarang saja alirannya sudah tertutup hampir setengah sungai,” ujarnya.
Luapan Sungai Ciseukeut kerap menyebabkan banjir tahunan yang merendam lahan pertanian dan permukiman warga. Beberapa desa seperti Cimanis dan Pangkalan tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak setiap musim hujan.
“Selain karena tumpukan sampah, sungainya juga sudah dangkal. Jadi kalau hujan deras, air cepat meluap,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi aliran Sungai Ciseukeut, terutama di bagian muara menuju Kecamatan Panimbang, agar air dapat mengalir lancar ke laut.
“Selain normalisasi, jembatan lama ini juga harus segera dibongkar supaya sampah tidak terus tersangkut,” tegas Dimas.
⸻
Reporter: Purnama Irawan











