SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Kasus limbah medis yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di lapangan kosong di Lingkungan Graha Walantaka, RT 022, RW 005, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang bakal naik ke tahap penyidikan.
Saat ini, penyelidik Tipidter Satreskrim Polresta Serang Kota sedang mematangkan proses penyelidikan.
“Belum (penyidikan-red) rencana dalam waktu dekat (gelar perkara naik penyidikan-red),” ujar Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, Jumat 24 Oktober 2025.
Tumpukan limbah medis B3 tersebut diduga berasal Rumah Sakit Tonggak Husada di Desa Tunggak, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang dan RSUD Anuntaloko Parigi, Sulawesi Tengah.
Indikasi limbah medis B3 tersebut muncul setelah ditemukan dokumen dan stiker rumah sakit di dalam bungkusan limbah.
Selain itu, dalam limbah medis tersebut juga terdapat bungkus obat yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Kendati telah ada petunjuk asal limbah, namun polisi belum membeberkan pihak yang membuat limbah berbahaya tersebut.
“Nanti melalui Pak Raden (Ps Kasi Humas Polresta Serang Kota-red) biar utuh ceritanya,” kata Alfano.
Ps Kasi Humas Polresta Serang Kota, Ipda Raden M Maulani belum dapat dikonfirmasi terkait asal limbah tersebut. Pesan Radar Banten melalui Whatsapp tidak direspons. Begitu juga dengan panggilan telepon meski nomor yang bersangkutan dalam kondisi aktif.
Sementara itu, Ketua RT 022 Lingkungan Graha Walantaka, Agus Suherman mengatakan, limbah tersebut diangkut sebuah truk pada Jumat malam, 10 Oktober 2025. Keesokan harinya limbah itu ditemukan oleh warga yang biasa memilah sampah.
“Ada warga yang nyortir sampah ngasih tahu kalau ada limbah medis. Awalnya disangka rongsokan,” katanya.
Temuan limbah medis tersebut, oleh warga dilaporkan kepada Agus.
Selanjutnya, Agus mengecek lokasi dan melaporkan temuannya tersebut kepada Ketua RW. “Saya langsung lapor ke Pak RW untuk koordinasi,” ujarnya.
Berdasarkan temuan di lapangan, limbah medis yang ditemukan tersebut berupa suntikan, selang infusan, kantong labu darah, pakaian bekas, tabung vacutainer, dan peralatan medis lainnya.
Limbah bekas medis tersebut menimbulkan bau yang tak sedap. Setelah diguyur hujan, bau akibat limbah tersebut semakin menyengat.
“Saya pas rekam video enggak berani lama-lama disana, karena ada bau darah sama bau obat. Baunya enggak enak,” kata mantan buruh pabrik ini.
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











