LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Nelayan di Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, bergembira. Mereka mendapat bantuan beras dari Gubernur Banten sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi nelayan yang gagal melaut akibat cuaca ekstrem.
Gubernur Banten melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memberikan bantuan cadangan pangan kepada nelayan di Desa Muara. Bantuan tersebut berupa 11.820 kilogram beras untuk 1.182 nelayan, masing-masing menerima 10 kilogram.
“Ya, bantuan beras dari Pemprov Banten yang telah diserahkan ini untuk nelayan di Desa Muara, Wanasalam, yang gagal melaut akibat cuaca tak bersahabat. Setiap nelayan masing-masing mendapat bantuan beras sebanyak 10 kilogram,” kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lebak, Rahmat, Jumat 31 Oktober 2025.
Menurut Rahmat, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Banten terhadap kondisi nelayan di Kabupaten Lebak yang terdampak cuaca ekstrem.
“Nelayan di Desa Muara kebanyakan bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan. Karenanya, bantuan cadangan pangan ini sangat membantu bagi nelayan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Lebak ini.
Ia menambahkan, para nelayan menerima bantuan beras merek CPPD Banten ukuran 10 kilogram.
“Tentunya, kami berterima kasih atas bantuan beras dari Pemprov Banten ini. Setidaknya, ini dapat meringankan beban ekonomi para nelayan,” katanya.
Sementara itu, Plt Camat Wanasalam Cece Saputra mengatakan, mayoritas warga Desa Muara berprofesi sebagai nelayan, sehingga bantuan ini sangat berarti bagi mereka.
“Semoga ke depan bantuan ini bisa terus berlanjut atau menjadi program reguler dari DKP Provinsi Banten. Karena berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung hingga November. Dengan adanya bantuan beras ini, mereka merasa lebih tenang terhadap kebutuhan pangannya,” kata Cece.
Cece juga mengingatkan agar para nelayan berhati-hati saat melaut, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil.
“Sebenarnya, para nelayan sudah paham kapan mereka bisa ke laut. Biasanya, kalau tidak melaut, mereka memperbaiki peralatan tangkap yang mulai rusak,” ujarnya.
Reporter: Nurabidin











