SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Supplier telur ayam ras pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provisi Banten disebut banyak yang belum penuhi standar higienis yakni Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
NKV merupakan sertifikat sebagai bukti bahwa unit usaha produk hewan telah memenuhi standar higiene dan sanitasi. Sertifikat ini menjamin keamanan pangan asal hewan (PAH) sehingga produknya aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) untuk dikonsumsi.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauchid mengungkapkan, berdasarkan hasil pengawasan, suplier-suplier telur ayam di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) banyak tak memiliki sertifikat NKV.
“Sampling sudah kita lakukan, dan memang banyak ditemukan suplier yang tidak penuhi NKV ini,”ungkapnya, Minggu 2 November 2025.
Dikatakannya, dalam monitoring itu juga pihaknya mengimbau kepada para suplier untuk menempuh prosedur registasi NKV. Hal itu perlu dilakukan untuk memberikan jaminan jika produk telur yang mereka perjualkan dalam kondisi ASUH.
Staff Khusus Kepala BGN, Ari Santoso menyebut, dalam program MBG ini, pihaknya mengedepankan penggunaan pangan lokal. Namun, kualitas dari pangan lokal itu juga harus dipastikan dalam kondisi yang aman, dan bergizi untuk dikonsumsi.
“Sekarang kita juga sedang mendorong agar setiap SPPG itu mempunyai sertifikasi layik higienis sanitasi (SLHS) sebagai standar awalnya, nanti akan kita naikan terus,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











