SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berikut ini berita Koran Radar Banten yang terbit pada Kamis, 6 November 2025. Beritanya mengulas sejumlah informasi menarik seputar Banten.
Untuk headline Koran Radar Banten hari ini, mengangkat berita tentang bencana banjir yang merendam tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Tujuh desa yang terendam banjir meliputi Desa Cikayas, Sumurlaban, dan Padamulya di Kecamatan Angsana; kemudian Desa Bojen dan Desa Pangkalan di Kecamatan Sobang; serta Desa Mekarsari di Kecamatan Panimbang dan Desa Curugciung di Kecamatan Cikeusik.
Banjir disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Pandeglang Selatan sejak Selasa (4/11) malam hingga Rabu (5/11).
Banjir terparah terjadi di Desa Cikayas, Kecamatan Angsana. Jumlah rumah korban bencana yang terendam banjir luapan Sungai Cilor mencapai 319 kepala keluarga (KK).
Dampak banjir menyebabkan rumah, sekolah, dan akses jalan terputus. Khusus untuk Kecamatan Angsana dan Kecamatan Cikeusik, banjir pada siang hari sudah mulai surut. Sementara Kecamatan Sobang berangsur surut, dan Kecamatan Panimbang justru baru meluap. Banjir di Kecamatan Panimbang disebabkan oleh luapan Sungai Ciseukeut.
Selain itu, berita lainnya mengulas seorang siswi kelas VII di SMP Negeri 4 Cilegon berinisial PAS yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-temannya di sekolah. Akibat kejadian tersebut, korban dikabarkan enggan bersekolah dan memilih berdiam diri di rumah selama sembilan hari terakhir.
Kakak korban, Afan, mengungkapkan dugaan perundungan tersebut kepada Radar Banten, Selasa (4/11).
“Singkatnya begini, adik saya di sekolah sering dirundung. Kadang fisik, kadang ucapan. Kalau secara ucapan belum dibuka semua, tapi kalau fisik sering cerita. Kadang didorong dari belakang, dipukul kepala, dijitak,” ungkap Afan.
Afan menjelaskan, awalnya ia curiga karena adiknya terus menolak berangkat sekolah dengan berbagai alasan. Setelah ditanya lebih dalam, korban akhirnya mengaku sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah teman sekelasnya.
Berita selanjutnya, sebanyak 450 personel gabungan disiagakan untuk pencegahan dan mitigasi bencana hidrometeorologi di Kota Cilegon. Langkah ini diambil karena Kota Cilegon akan segera memasuki musim penghujan dan termasuk daerah rawan banjir.
Kesiapsiagaan tersebut diketahui usai Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama Polres Cilegon menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di depan Mapolres Cilegon, Rabu (5/11).
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan kegiatan apel ini merupakan bentuk koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.
“Hari ini (kemarin-red) kita melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana bersama Polres dan Forkopimda. Tujuannya agar ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, kita sudah siap,” ujar Robinsar usai apel.
Nah, itulah rangkuman berita di Koran Radar Banten hari ini. Selain berita tersebut, masih banyak informasi menarik lainnya. Untuk lebih lengkap, Anda dapat berlangganan Koran Radar Banten atau edisi digitalnya. Selain itu, Anda juga dapat membaca berita seputar Banten di radarbanten.co.id.











