PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasca berakhirnya masa pandemi Covid-19, sejumlah pedagang kecil justru merasakan dampak penurunan omzet. Salah satunya Teh Eti, pemilik warung nasi di kawasan Pasar Badak Pandeglang, yang kini mengeluhkan sepinya pembeli memasuki tahun 2025.
Menurut Teh Eti, kondisi usahanya saat ini jauh berbeda dibandingkan masa pandemi Covid-19. Meskipun saat itu aktivitas masyarakat dibatasi, namun pembeli di warungnya tetap ramai.
“Masih baik saat zaman Corona (pandemi Covid-19). Pada waktu itu warung nasi buka, pembeli juga ramai,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 11 November 2025.
⸻
Pendapatan Turun Drastis
Teh Eti mengungkapkan, selama masa pandemi, pendapatan dari hasil jualan warung nasi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan bisa menabung. Namun, sejak 2024 hingga 2025, kondisi berbalik — warungnya kini jarang dikunjungi pembeli.
“Sekarang sepi sekali. Pengunjung di Pasar Badak juga berkurang, jadi berpengaruh besar pada warung nasi saya. Dulu bisa untung banyak, sekarang hanya cukup buat belanja kebutuhan jualan dan dapur,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam situasi seperti ini, hasil jualan hanya cukup untuk menyambung hidup. “Tidak bisa nabung lagi. Kalau bukan karena kebutuhan hidup, mungkin warung sudah tutup karena makin hari makin sepi,” keluhnya.
⸻
Dampak Lesunya Ekonomi Pasca Pandemi
Fenomena yang dialami Teh Eti menjadi gambaran nyata sulitnya pemulihan ekonomi di sektor informal pasca-pandemi. Banyak pedagang pasar mengalami penurunan pembeli karena menurunnya daya beli masyarakat dan sepinya aktivitas perdagangan.
Para pedagang berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelaku usaha mikro yang masih berjuang bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.











