PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyoroti persoalan sampah bekas makanan dan minuman dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah-sekolah Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah jangan sampai menimbulkan masalah baru di bidang kebersihan lingkungan.
Salah satu perhatian utama Bupati Dewi adalah sampah kemasan minuman siap saji, seperti susu kotak, yang menjadi bagian dari menu MBG. “Alhamdulillah, kita bisa melihat dan memonitoring langsung program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto ini. Tapi tentu perlu juga perhatian soal kebersihan, terutama sampah kemasan makanan dan minuman,” ujar Bupati Dewi saat melakukan monitoring di SD Negeri Pandeglang 4, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Senin, 10 November 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dewi didampingi Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi dan Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga. Ia menilai, pelaksanaan hari pertama MBG berjalan baik dengan antusiasme tinggi dari para siswa.
“Anak-anak terlihat senang menerima program Makan Bergizi Gratis. Namun tentu kami akan melakukan evaluasi, baik dari sisi menu, kualitas makanan, hingga pengelolaan sampah agar lingkungan sekolah tetap bersih,” jelasnya.
Menurut Dewi, sampah hasil MBG harus dikelola dengan baik. Ia bahkan menyinggung kemungkinan adanya aturan teknis agar sampah kemasan dikembalikan ke wadah MBG atau dibuang ke tempat sampah yang disediakan.
“Karena dalam MBG ada susu kemasan, tentu harus ada perlakuan yang jelas. Jangan sampai sampah MBG menjadi masalah baru di sekolah,” tegasnya.
Editor : Krisna Widi Aria











