PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Yayasan Irna Center Indonesia membuka ruang bagi anak dan perempuan di Kabupaten Pandeglang yang menjadi korban kekerasan seksual untuk mendapatkan perlindungan serta pendampingan hukum.
Ketua Yayasan Irna Center Indonesia, Hj. Irna Narulita, mengatakan masih banyak anak yang belum memperoleh perlindungan maksimal. Karena itu, ia mengajak lembaga hukum untuk berkolaborasi agar korban memiliki ruang bicara.
“Banyak anak kita belum terlindungi. Lembaga hukum yang ingin bekerjasama dengan Irna Center silahkan, supaya korban bisa bersuara,” kata Irna Narulita di Hotel dan Resto S’Rizky Pandeglang, Minggu 16 November 2025.
Irna menegaskan, yayasan yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk mendorong perubahan positif.
“Hadirnya Irna Center niatnya ikhlas, gotong royong, semangat tinggi, terutama untuk masyarakat Banten,” kata mantan Bupati Pandeglang dua periode itu.
Ia menyampaikan, Irna Center tidak hanya bergerak di Pandeglang, tetapi juga memiliki fokus kerja di tingkat nasional.
“Tujuan utama Irna Center adalah meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak,” ujarnya.
Irna menambahkan, masih banyak anak yang belum memiliki ruang aman untuk tumbuh kembang, bahkan kerap kekurangan kasih sayang dari orangtua.
“Jadi di situlah Irna Center hadir untuk memberikan kontribusi nyata, gerakan-gerakan yang bisa mengangkat harkat martabat perempuan,” pungkasnya.











