CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) secara resmi mengoperasikan kapal Roll-On/Roll-Off (Ro-Ro) dengan rute Cigading Kota Cilegon – Panjang, Lampung.
Peresmian berlangsung di Dermaga 7.2 Krakatau International Port pada Selasa (18/11) siang.
Peresmian operasional kapal Ro-Ro dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Banten, Andra Soni, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sarah Sadiqya, Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., Akbar Djohan, Direktur Utama PT. Krakatau Bandar Samudera, Noor Fuad, serta sejumlah stakeholder lainnya.
Pembukaan layanan ini bertujuan untuk membuka jalur logistik alternatif Jawa-Sumatera dan mengoptimalisasi layanan pengangkutan barang, termasuk yang terhubung dengan kereta api logistik.
Layanan kapal Ro-Ro di dermaga milik anak perusahan PT Krakatau Steel ini merupakan hal baru. Kapal Ro-Ro selama ini diketahui lebih banyak beroperasi di Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni.
Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., Akbar Djohan dalam sambutannya menjelaskan, pembukaan layanan kapal Ro-Ro untuk logistik sebagai salah satu komitmen pihaknya dalam mendukung upaya pemerintah untuk menekan aktivitas kendaraan logistic yang melanggar ketentuan atau over dimiension/over load (ODOL).
“Ini komitmen upaya kami dalam mendukung program zero ODOL,” tutur Akbar.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono dalam kesempatan tersebut mengapresiasi layanan baru PT KBS.
AHY menjelaskan, kapal Ro-Ro menjadi salah satu nadi transportasi antar pulau, terlebih dalam momentum tertentu seprti masa libur natal dan tahun baru serta idul fitri.
“Kapal baru yang diluncurkan hari ini memberikan harapan baru, terlebih ini kapal dengan kategori besar dengan kapasitas bisa mengangkut 300 truk atau 600 kendaraan pribadi,” ujar AHY.
Kapal Ro-Ro di Pelabuhan KBS akan mendukung kebutuhan industri dengan harapan bisa mengurangi biaya transportasi logistik yang selama ini harus dikeluarkan. Menurutnya hal ini bisa membangun konektifitas nasional sehingga bisa ikut serta dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.











