PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Harga ikan laut mengalami kenaikan 50 persen hingga 100 persen, pada Tempat Pelelangan Ikan, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Kenaikan harga ikan laut mencapai 50-100 persen akibat kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan hasil tangkap nelayan menjadi merosot atau berkurang drastis.
Sementara biaya operasional nelayan melakukan penangkapan mengalami kenaikan karena perjalanan pelayaran menguras bahan bakar saat menghadapi cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
Pada saat kondisi cuaca ekstrem juga tidak banyak nelayan berangkat melaut. Sehingga pasokan ikan laut menipis.
Pedagang Ikan Desa Teluk, Minah mengatakan, harga ikan saat ini naik.
“Dari nelayannya naik antara 50 persen sampai 100 persen. Dari biasa beli ikan satu bak itu Rp100 ribu sekarang Rp200 ribu,” katanya di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 19 November 2025.
Harga ikan mengalami kenaikan, bukanlah jenis ikan berkelas. Ikan biasa konsumsi masyarakat menengah ke bawah.
“Semisal ikan kuniran, pepetek, dan ikan bondolan. Kini harganya mahal namun berhubung enggak ada ya tetap kita beli,” katanya.
Harga ikan kuniran, misalnya satu bak biasa Rp70 ribu menjadi Rp140 ribu. Kemudian ikan pepetek satu bak itu biasa Rp120 ribu menjadi naik Rp80 ribu.
“Sekarang itu beli satu bak harga ikan pepetek Rp200 ribu. Kenaikan ini terjadi dalam beberapa hari ini saja,” katanya.
Semenjak kondisi cuaca buruk atau tengah tejadi angin barat. Menyebabkan gelombang tinggi.
“Membuat para nelayan tak melaut karena angin barat. Sehingga membuat stok ikan sedikit dan harganya melejit,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











