SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS) atau Bank Banten mendapatkan perhatian tajam dari Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Bank ini dipelototi mengingat peran sentranya sebagai pengelola kas umum daerah yang menyimpan ratusan miliar aset baik milik Pemprov, Pemda maupun masyarakat umum di Banten.
Dimyati tidak menampik bahwa Bank Banten baru mulai tumbuh dari keterpurukan, belum menghasilkan keuntungan yang memuaskan. Dimana, laba yang diperoleh hanya berbanding tipis dengan beban operasional.
Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap bisnis plan bank ini dengan turut melibatkan pengawasan ketat dari OJK.
“Bank itu biasanya ada main mata, nah saya tidak mau itu. Apalagi mengoplas neraca keuangan menjadi baik, tidak realitis. Nanti akan kita cek secara akurat tiap bulan dengan OJK,”ungkapnya sembari mewanti-wanti jajaran Bank Banten untuk tidak memoles laporan keuangan, Kamis 20 November 2025..
“Orang lain boleh dibohongi, Dimyati tidak. Kita akan cek neraca keuangannya, karena Dimyati paham betul,”tegasnya.
Saat ini, pihaknya tengah fokus dalam menyelesaikan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama dengan Bank Jawa Timur (Jatim). Bahkan, tanggal 28 November nanti, pihaknya akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas KUB itu.
Dimyati yakin, dengan adanya pengetatan pengawasan dan juga KUB dengan Bank Jatim, BEKS yang kini nilai sahamnya Rp27 ini bisa terus tumbuh, sehingga bisa menjadi bank penggerak ekonomi di Banten.
Editor: Abdul Rozak











