LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Wakik Bupati Lebak Amir Hamzah menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memprioritaskan penanganan infrastruktur jalan, ketahanan pangan dan penangan kemiskinan di kota Multatuli pada tahun 2026.
“Pembangunan Kabupaten Lebak pada tahun 2026 mengusung konsep pembangunan kolaboratif dan inklusif guna mewujudkan masyarakat Lebak yang lebih mandiri
dan berdaya saing,” kata Amir, Jumat 21 November 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah, akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berdaya saing, dengan tetap menjaga
kelestarian lingkungan hidup.
“Kami pemkab lebak berkomitmen mendorong peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sejumlah ssektor penting, di antaranya pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman,” kata mantan Kepala Bappeda Lebak ini.
Lantaran itu, kata Amir, Pemkab Lebak telah menetapkan tiga prioritas sasaran pembangunan daerah tahun 2026 mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan.
“Sebagian besar program tersebut diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan infrastruktur, penyediaan layanan dasar yang berkualitas, serta percepatan penanganan kemiskinan ekstrem,” katanya.
Amir mengatakan, Anggaran Pendaftaran dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp2,74 triliun. Angka itu mengalami penurunan sekitar Rp128,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. APBD Lebak tahun 2025 sendiri mencapai Rp2,86 triliun.
“Ya, penurunan itu terjadi akibat adanya penyesuaian Transfer ke Daerah atau TKD dari pemerintah pusat. Karenanya, sejumlah langkah teknis yang akan diambil, mulai dari intensifikasi dan ekstensifikasi, sistem tapping box, penggunaan aplikasi Simpal untuk pajak daerah dan Web-R untuk retribusi daerah,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











