SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Para kepala desa di Kabupaten Serang merasa resah setelah beredar informasi mengenai potensi gagal salur dana desa tahap II. Pasalnya, anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai program pembangunan di desa.
Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Serang, Muhammad Aopidi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dana desa tahap II belum juga dicairkan. Kekhawatiran makin meningkat setelah muncul informasi bahwa penyaluran tahap II berpotensi gagal karena sudah memasuki akhir tahun.
“Informasi yang saya dengar bukan telat cair, tapi gagal salur. Ini terjadi karena keterlambatan,” ujarnya, Kamis 27 November 2025.
Aopidi menjelaskan bahwa dana desa tahap II memiliki peran vital karena digunakan untuk membiayai pembangunan fisik di desa. Menurutnya, seluruh desa sebenarnya sudah mengajukan pencairan sejak Oktober ketika sistem pengajuan mulai dibuka.
“Sebenarnya pengajuan sudah dilakukan sejak Oktober. Sistemnya sudah dibuka untuk pengajuan. Kami tidak tahu apa masalahnya di pemerintah pusat sampai tahap II ini berpotensi gagal salur,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan dan meminta agar kebijakan penundaan atau potensi gagal salur dapat ditinjau kembali. Jika benar terjadi, ia khawatir desa tidak dapat melaksanakan pembangunan secara optimal pada tahun berikutnya.
“Jika tahun ini gagal salur, lalu tahun depan ada pemotongan, ini bisa jadi tragedi. Desa tidak bisa membangun. Ini sangat menyeramkan,” tegasnya.
Apdesi Kabupaten Serang berencana mengambil langkah resmi untuk menyampaikan keluhan para kepala desa kepada Kementerian Desa (Kemendes) serta Kementerian Keuangan.
“Bagaimanapun, dua kementerian ini yang paling kompeten dalam urusan keuangan desa. Jadi kami mohon setidaknya kebijakan ini ditinjau kembali. Dengan kondisi seperti ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkas Aopidi.**











