KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Muhammad Irpan (30) Kakak dari Muhammad Subekhan (23), korban pembegalan taksi online yang mayatnya ditemukan di bawah Jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Minggu (30/11) kemarin tidak menyangka adiknya jadi korban pembegalan.
Padahal kata Irpan, dia selalu update wilayah zona merah titik penjemputan konsumen, karena dia juga berprofesi sebagai ojek online juga.
Irpan juga sebenarnya mengaku was-was saat adiknya pergi sekitar pukul 03.00 pada Minggu 30 November 2025, selepas adiknya pamit pergi untuk cari orderan taksi onlinenya.
“Adik saya itu berangkat dari rumah sekitar pukul 01.00, tapi sekitar jam 3 itu saya kaga enak pikiran tuh, gak tau kenapa. Mungkin mau melihat jasad adik saya kali,” ujar Irpan, Senin, 1 Desember 2025.
Irpan mengungkapkan bahwa diketahui adiknya mendapatkan orderan dari titik penjemputan di bilangan bunderan dua perumahan Citra Raya menuju Cilegon.
Namun atas permintaan kedua belah pihak, orderan tesebut dilakukan secara offline atau menggunakan tarif bawah.
“Adik saya itu kemungkinan dihabisi dijalan tol, karena berdasarkan CCTV tol, adik saya itu sudah tergeletak dan pindah posisi duduknya di kursi penumpang depan kiri dengan kondisi sudah tidak bernyawa sekitar pukul 3:47,” ungkapnya.
Irpan juga menceritakan bahwa kondisi jasad adiknya itu meninggal dengan mengenaskan. Dimana, terdapat luka sobek di kepala, tangan terikat tali tis, leher bekas gorokan dan banyak luka memar di dadanya.
Dia juga mengutarakan bahwa kendaraan milik adiknya berupa sebuah mobil merek Calya abu-abu, handphone hingga dompet digasak oleh begal tersebut.
Dimana Irpan meyakini bahwa pelaku begal adiknya berjumlah lebih dari dua orang. Hal itu terlihat dari bukti CCTV.
“Yang saya lihat kemarin berdasarkan rekaman CCTV, pelaku ini berjumlah lebih dari dua, dan usia para pelaku sudah dewasa semua.” ucapnya.
Irpan juga menyebut bahwa sosok adiknya tersebut sangat baik dan sopan dimata keluarga dan tetangga.
Dan dia menjadi driver taksi online sekitar 5 tahun, karena memang anaknya sudah mandiri di usia 23 tahun tersebut.
“Kalau dia biasanya emang narik malam terus, dan siang itu dipakai tidur,”katanya.
Dirinya kembali berharap agar para pelaku pembegalan adiknya itu segera tertangkap oleh pihak kepolisian, dan bisa dihukum yang seberat-beratnya. ” Atau paling tidak hukuman mati, karena nyawa harus balas nyawa.”pungkas Irpan.
Editor Daru










