PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang turun tangan menangani dugaan perundungan terhadap siswa kelas II SDN Rancapinang 2, Kecamatan Cimanggu.
Kasus ini sempat menghebohkan media sosial karena korban disebut dimasukkan ke karung lalu diceburkan ke sawah oleh teman-temannya.
Plt Kepala Disdikpora Pandeglang, Didin Pahrudin mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak usai kabar dugaan bullying tersebut mencuat.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan ini. Akan ada pertemuan bersama sekolah, Polsek, dan koordinator wilayah untuk memastikan langkah penanganannya,” kata Didin Pahrudin, Senin 12 Desember 2025.
Didin menegaskan, pengawasan terhadap peserta didik akan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pihaknya juga membuka peluang menerbitkan surat edaran bupati mengenai pencegahan bullying.
“Kami akan usulkan surat edaran yang menegaskan peran kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam mencegah bullying. Anak-anak harus terus dipantau, baik di sekolah maupun di luar,” ujarnya.
Selain itu, pendampingan psikologis akan diberikan kepada korban untuk memastikan pemulihan trauma tidak berlarut-larut.
“Kami upayakan pemulihan trauma dengan psikolog agar tidak berkepanjangan,” tambahnya.
Dalam jangka panjang, Disdikpora berencana memperkuat pendidikan karakter pada kurikulum agar nilai-nilai anti-kekerasan lebih tertanam pada siswa.
“Kami akan kaji kembali kurikulum. Jika memungkinkan, penguatan pendidikan karakter dapat ditambah mulai 2026,” ucap Didin.
Ia berharap seluruh pihak terkait dapat terlibat aktif menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
“Ini tanggung jawab bersama. Jangan sampai ada lagi anak yang menjadi korban,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Media sosial dihebohkan dengan foto seorang siswa kelas II SDN Rancapinang 2, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying.
Bocah berinisial MFA itu disebut-sebut dimasukkan ke dalam karung lalu diceburkan ke area persawahan hingga tubuhnya dipenuhi lumpur.
Editor: Abdul Rozak











