SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Upaya kemanusiaan KMPLHK RANITA UIN Jakarta terus berlanjut.
Setelah satu pekan berada di wilayah terdampak bencana di Sumatra, organisasi pecinta alam ini kembali memberangkatkan dua relawan tambahan untuk memperkuat penanganan darurat di Kabupaten Aceh Tamiang.
Sejak keberangkatan pertama, relawan RANITA telah tersebar ke tiga lokasi terdampak: Gayo Lues, Aceh; Sibolga, Sumatra Utara; dan Agam, Sumatra Barat.
Mereka menjalankan operasi Search and Rescue (SAR), mengevakuasi korban banjir bandang serta longsor, dan menyalurkan bantuan kepada para penyintas di titik-titik pengungsian.
Laporan dari lapangan menunjukkan dampak bencana yang hampir serupa di berbagai daerah: akses jalan terputus, jaringan komunikasi terganggu, korban jiwa hilang, serta kerusakan fasilitas umum.
Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam proses penanganan darurat.
Data Posko Bersama Sumatra mencatat bahwa Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah.
Berdasarkan data Pusdatin BNPB per Minggu 7 Desember 2025 bencana ini menyebabkan 262.100 warga mengungsi, 57 orang meninggal dunia, 23 orang belum ditemukan, serta kerusakan infrastruktur di berbagai titik.
Situasi di Aceh Tamiang kian memprihatinkan karena akses sulit ditembus, distribusi bantuan terhambat, dan komunikasi tidak stabil, sehingga kebutuhan pokok warga semakin menipis.
Hari ini KMPLHK RANITA UIN Jakarta kembali mengirim dua relawan untuk memperkuat mitigasi bencana. Ketua Posko Bersama Sumatra, Nurhidayat, mengatakan:
“Kami menurunkan dua relawan lagi untuk membantu penanganan banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Mereka adalah Zakaria Rahmat ‘Jab-jab’ Pratomo dan Abdul ‘Gatra’ Mannan. Dengan keberangkatan ini, total ada tiga relawan kami yang bertugas di Aceh untuk emergency response,” ujar Nurhidayat.
Kedua relawan berangkat menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno–Hatta pada pukul 06.23 WIB dan tiba di Bandara Kualanamu Medan pada 09.13 WIB.
Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh Tamiang.
KMPLHK RANITA UIN Jakarta menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan bantuan mereka.
Hingga kini, relawan RANITA masih aktif melakukan operasi SAR, asesmen kebutuhan, serta koordinasi penyaluran bantuan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kami membuka donasi dan menerima bantuan ke BNI 07033103399 a.n KMPLHK Ranita UIN Jakarta, yang nantinya akan disalurkan 100 persen ke masyarakat terdampak,” katanya.











