SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menyampaikan penyebab Kota Serang menjadi langganan banjir.
Berdasarkan hasil mitigasi di lapangan, BPBD Kota Serang menemukan tumpukan sampah rumah tangga sebagai pemicu utama banjir.
Temuan itu diperoleh setelah BPBD Kota Serang mengerahkan 15 personelnya dan dua perahu untuk menyusuri Sungai Cibanten.
“Yang kami temukan di sana, banyak sampah, mayoritas sampah rumah tangga. Ke depan, kami harap sampah-sampah itu tidak ada lagi di aliran Sungai Cibanten,” jelas Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Rabu, 10 Desember 2025.
Selain sampah, BPBD Kota Serang juga menemukan banyak vegetasi liar yang tumbuh di sepanjang aliran sungai dan menghambat arus air.
“Kami juga banyak menemukan vegetasi alam yang lebih condong ke arus sungai. Makanya, kami juga memangkas pepohonan,” ujarnya.
Berdasarkan catatan BPBD Kota Serang, terdapat 87 kasus banjir sepanjang Januari hingga November 2025 di Kota Serang.
Rentetan bencana tersebut berdampak cukup besar, termasuk 168 rumah roboh, 68 pohon tumbang, dan delapan kejadian longsor di berbagai wilayah.
Diat menyatakan bahwa Kecamatan Serang menjadi wilayah dengan kasus banjir tertinggi.
“Banjir paling banyak berada di wilayah Kecamatan Serang sebanyak 49 kejadian tersebar di sejumlah kelurahan. Kemudian Kecamatan Kasemen 27 kejadian yang juga tersebar di beberapa kelurahan,” kata Diat.
Editor: Agus Priwandono











