LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai mematangkan langkah pengamanan menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, sebanyak 30 personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana dan menjaga keselamatan wisatawan.
Puluhan personel tersebut akan disebar di delapan pos pengamanan yang tersebar di wilayah selatan dan utara Kabupaten Lebak. Langkah ini dilakukan seiring prediksi meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan selama masa libur akhir tahun.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel untuk siaga penuh selama periode Nataru. “Kita kerahkan 30 orang untuk siaga Nataru nanti,” ujar Febby kepada wartawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 15 Desember 2025.
Febby menjelaskan, pengamanan akan difokuskan pada kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung. Pos pengamanan ditempatkan di Gunung Luhur, Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, Pantai Wanasalam, Pantai Cihara, kawasan kolam renang, serta dua pos lainnya di Alun-alun Rangkasbitung dan Terminal Mandala.
“Lima pos berada di wilayah selatan Lebak yang memang menjadi tujuan utama wisata, dan tiga pos lainnya di wilayah utara, khususnya Rangkasbitung,” jelasnya.
Menurut Febby, BPBD Lebak telah memetakan dua potensi kerawanan utama selama libur Nataru, yakni kecelakaan laut di kawasan pantai serta ancaman longsor di jalur menuju lokasi wisata. “Kalau bicara kerawanan, yang utama itu laut dan longsor, terutama akses ke tempat wisata,” katanya.
Pengamanan Nataru di Kabupaten Lebak dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, instansi terkait, Balawista, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Terkait kondisi cuaca, Febby mengungkapkan bahwa wilayah Lebak diprediksi berpotensi diguyur hujan selama periode Nataru. “Diprediksi hujan, sehingga kita harus ekstra hati-hati. Namun, kita pastikan libur Natal dan Tahun Baru di Lebak bisa berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











