CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pihak sekolah korban pembunuhan anak berusia 9 tahun di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, mengungkap aktivitas terakhir korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
Kepala SD Islam Al-Azhar 40 Cilegon, Ridwan, mengatakan korban yang merupakan siswa kelas IV dan sempat tidak masuk sekolah sejak awal pekan.
“Kalau dari pihak korban, ananda ini kelas empat. Hari Senin sebelumnya izin sakit, informasinya dari mamahnya izin sakit. Hari Selasa juga kami kira masih sakit karena belum masuk sekolah,” ujar Ridwan kepada Radar Banten, Rabu 17 Desember 2025.
Ridwan mengungkapkan, pihak sekolah baru mendapatkan kabar duka pada Selasa sore. Informasi tersebut diterima sekitar pukul 16.00 WIB melalui wali kelas korban.
“Kami mendapatkan informasi sekitar jam empat hari Selasa. Wali kelasnya dapat kabar dari tetangganya, ada pengumuman di masjid tentang wafat,” katanya.
Mendapat kabar tersebut, pihak sekolah langsung mendatangi rumah duka untuk bertakziah. Namun, setibanya di lokasi, pihak sekolah memperoleh informasi bahwa ibu korban sedang berada di rumah sakit.
“Kami kemudian mendapat kabar kalau ibundanya berada di UGD Rumah Sakit Bethsaida. Kami langsung ke Bethsaida untuk menjenguk ibundanya,” ungkap Ridwan.
Diketahui sebelumnya, korban Muhammad Axle Herman Miller, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka serius akibat senjata tajam di dalam rumah keluarganya.
Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit sekitar pukul 15.30 WIB.
Editor Daru











