LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Lebak meningkatkan koordinasi dan kesiapan dengan pengelola destinasi wisata, Balawista, kepolisian, BPBD, dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini untuk memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung.
“Diperkirakan 67 ribu wisatawan akan datang ke sejumlah destinasi wisata, mulai dari Baduy hingga wisata air di pantai,” kata Kepala Disbudpar Lebak, Yosep M. Holis, Senin (22/12/2025).
Destinasi yang diprediksi ramai dikunjungi antara lain Baduy, Pantai Sawarna, Bagedur, Situ Cikoncang, Gunung Luhur, serta destinasi wisata lainnya.
“Kami tidak hanya menyiapkan destinasi, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pariwisata bergerak bersama menyambut wisatawan. Fokus utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” ujarnya.
Yosep menekankan, kualitas pelayanan menjadi prioritas utama. Wisatawan harus merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman terbaik selama berkunjung ke Lebak. “Dengan pelayanan yang baik, sektor pariwisata diyakini dapat terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pekan lalu, Disbudpar Lebak menggelar rapat koordinasi persiapan siaga wisata Nataru dengan pemangku kepentingan, termasuk pengelola destinasi, aparat keamanan, pemerintah desa, dan pelaku usaha setempat.
“Kami juga berkoordinasi dengan Balawista terkait persiapan Nataru. Di Pantai Sawarna, misalnya, jumlah penjaga keamanan pantai biasanya 10 orang, pada Nataru meningkat menjadi 20 orang,” ujarnya.
Selain itu, Yosep mengingatkan pengelola wisata untuk tidak mematok harga tinggi atau menggetok harga kepada wisatawan. Pengelola diimbau menyediakan daftar menu beserta harga agar wisatawan nyaman dan menyesuaikan isi dompetnya. Dia juga menekankan agar harga barang sejenis antar warung memiliki keseragaman.
Pengelola wisata juga diharapkan menerapkan tiket yang mencakup asuransi kesehatan dan keselamatan wisatawan.
“Wisatawan harus tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, cuaca ekstrem, menjaga kesehatan, dan memantau anak-anak bagi yang membawa keluarga,” katanya.
Selain itu, Disbudpar meminta pengelola wisata memitigasi potensi bencana mengingat Nataru tahun ini diprediksi masih berpotensi cuaca ekstrem.
Editor: Mastur Huda











