SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri menutup tahun 2025 dengan pencapaian impresif. Meski baru dipasangkan kurang dari enam bulan, duet ini dipastikan naik ke peringkat 6 dunia dalam rilis ranking terbaru BWF pekan ke-52 yang akan diumumkan pada 23 Desember 2025.
Kenaikan tersebut terjadi meskipun Fajar/Fikri harus tersingkir di fase grup BWF World Tour Finals 2025 di China tanpa meraih kemenangan. Namun, akumulasi poin dari turnamen sebelumnya membuat peringkat mereka tetap melesat, naik dua tingkat dari posisi sebelumnya di ranking 8 dunia.
Bagi Shohibul Fikri, peringkat 6 dunia ini menjadi ranking tertinggi sepanjang kariernya. Sementara bagi Fajar Alfian, capaian tersebut melanjutkan kiprah gemilangnya setelah sebelumnya sempat menduduki peringkat 1 dunia bersama pasangan lamanya, Rian Ardianto.
Di papan atas dunia, ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae masih kokoh di peringkat satu dunia, disusul pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di posisi kedua, serta ganda India Satwik Sairaj Rankireddy/Chirag Shetty di peringkat ketiga.
Duet Fajar/Fikri mulai dipasangkan PBSI pada Jepang Open 2025 pertengahan Juli lalu. Dalam waktu singkat, mereka langsung melejit dan kini menjadi ganda putra nomor satu Indonesia.
Tak hanya di sektor ganda putra, kabar baik juga datang dari sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani (Putri KW) dipastikan naik ke peringkat 6 dunia, menjadi ranking tertingginya sepanjang karier. Atlet peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 itu terus menunjukkan konsistensi di level elite dunia.
Fajar Alfian mengaku bersyukur bisa melewati tahun 2025 dengan berbagai dinamika dan tantangan bersama dua pasangan berbeda.
“Alhamdulillah selesai 2025. Tahun yang mengajarkan arti perjuangan dan rasa syukur. Dari berpasangan dengan Rian Ardianto di awal tahun hingga bersama Shohibul Fikri di enam bulan terakhir, setiap proses penuh tantangan,” tulis Fajar melalui akun Instagram pribadinya, @fajaralfian95.
Sepanjang 2025, Fajar/Fikri berhasil meraih satu gelar juara China Open Super 1000 dan empat kali runner-up. Meski secara angka tidak terlalu banyak gelar, Fajar menilai perjalanan tersebut sangat berarti.
“Dari target awal 20 besar dunia, saya bisa finis di peringkat 6 dunia. Itu jauh lebih besar dari yang pernah saya bayangkan,” ungkapnya.
Menatap musim kompetisi 2026, Fajar berharap performa duetnya bersama Fikri terus meningkat.
“Ini baru awal. Semoga ke depan prestasinya bisa terus berkembang,” tutupnya.***











