JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Indosat Ooredoo Hutchison melakukan penguatan jaringan telekomunikasi di kawasan Jakarta Raya.
Penguatan jaringan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas dan trafik data masyarakat selama periode libur akhir tahun. Wilayah yang menjadi fokus penguatan meliputi Inner Jakarta, Outer Jakarta, hingga sebagian wilayah Jawa Barat.
EVP–Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan jaringan selama periode Nataru.
“Selama Natal dan Tahun Baru, aktivitas komunikasi dan data meningkat. Karena itu, kami menyiapkan jaringan agar tetap berjalan stabil dan dapat digunakan masyarakat,” ujar Chandra, Kamis, 25 Desember 2025.
Sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi dan digital yang tinggi, Jakarta Raya memiliki pola trafik data yang dinamis. Penguatan jaringan dilakukan melalui penambahan kapasitas dan pengelolaan jaringan berbasis sistem otomatis untuk menyesuaikan lonjakan penggunaan.
Di kawasan Inner Jakarta yang mencakup DKI Jakarta, Depok, Bekasi, dan Karawang, jaringan 5G Indosat telah menjangkau 32 kecamatan atau sekitar 26 persen dari total kecamatan, dengan cakupan layanan sekitar 34 persen. Penguatan difokuskan pada kawasan pusat aktivitas bisnis, perkantoran, dan jalur mobilitas utama.
Sementara di wilayah Outer Jakarta, yang meliputi Tangerang, Bogor, Cianjur, Banten, hingga Sukabumi, jaringan 5G menjangkau 20 kecamatan atau sekitar 7 persen dari total kecamatan, dengan cakupan sekitar 3,3 persen.
Adapun di wilayah Jawa Barat, jaringan 5G Indosat telah tersedia di 45 kecamatan pada lima kota dan kabupaten yang menjadi wilayah prioritas.
Selain penguatan jaringan, Indosat juga mengoperasikan sistem penyaringan panggilan dan pesan mencurigakan di tingkat jaringan. Sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi potensi penipuan dan spam tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan pada perangkat pengguna.
Berdasarkan data internal perusahaan, sistem tersebut telah memblokir ratusan juta panggilan dan pesan yang terindikasi berisiko sejak diterapkan.
Penguatan jaringan dan sistem pemantauan tersebut dilakukan selama periode Nataru guna memastikan layanan komunikasi tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Editor Aas Arbi











