SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Serang Budi Rustandi menyebut Pemkot Serang akan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kota Serang sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat.
Pemerintah Kota Serang, kata Budi, terus berupaya menghadirkan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Budi meminta masyarakat bersabar terhadap sejumlah ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan.
Menurutnya, setiap program pembangunan harus melalui tahapan perencanaan dan regulasi agar dapat dilaksanakan secara tepat dan akuntabel.
“Semua ada prosesnya. Pemerintah bekerja berdasarkan aturan negara, tidak bisa serta-merta langsung dikerjakan. Saya baru satu tahun menjabat, tentu ada progres dan regulasi yang harus dijalankan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Budi saat meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Walantaka, Selasa 30 Desember 2025.
Terkait percepatan pembangunan jalan di Kota Serang, Budi menjelaskan Pemkot Serang telah menyiapkan skema pembangunan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan jalan terusan yang akan mulai dikerjakan secara masif pada tahun 2026.
“Pada tahun 2026, kita targetkan pembangunan jalan terusan sepanjang 1,5 kilometer. Kemudian pada 2027 akan kembali kita genjot hingga seluruhnya tuntas,” jelasnya.
Untuk ruas jalan yang kondisinya mendesak namun belum masuk program betonisasi, Pemerintah Kota Serang akan melakukan pemeliharaan sementara.
Langkah ini diambil agar akses jalan tetap dapat digunakan dan aktivitas warga tidak terganggu.
Selain itu, Budi mengungkapkan strategi baru dalam pemerataan pembangunan infrastruktur, yakni melalui sistem “blok” per kecamatan.
Dengan konsep ini, pemerintah akan memfokuskan penyelesaian infrastruktur jalan di satu kecamatan hingga hampir tuntas sebelum beralih ke wilayah lainnya.
“Ke depan, konsepnya per kecamatan kita blok. Misalnya, satu tahun kita tuntaskan satu kecamatan hingga 90 persen, lalu tahun berikutnya bergeser ke kecamatan lain seperti Walantaka. Dengan begitu, progres pembangunan bisa lebih nyata dan langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











