SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang sudah mulai beroperasi. Jumah tersebut belum ideal karena masih belum memenuhi kebutuhan dari 120 SPPG.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Serang yang juga menjabat sebagai ketua Satuan Tugas (Satgas) percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Serang Muhammad Najib Hamas saat melakukan launching SPPG Cikande Sifa Fikriya pada Jumat 9 September 2026.
Najib mengatakan, program MBG merupakan program prioritas presiden Prabowo Subianto yang tentunya harus disukseskan oleh seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Saya menitip kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan agar suasana kondusif. Lalu kami meminta agar kepala Puskesmas membantu proses pembuatan sertifikat laik higenis sanitasi,” katanya.
Menurut Najib, perlu upaya gotong royong untuk menyukseskan program MBG di Kabupaten Serang untuk pemenuhan gizi anak-anak.
“Kita semua harus ikut menyukseskan. Karena anak Indonesia harus cerdas salah satunya dengan makan bergizi untuk menciptakan SDM unggul Indonesia ke depan,” ujarnya.
Najib mengatakan, kebutuhan SPPG di Kabupaten Serang mencapai 120 titik. Dari jumlah tersebut, sudah ada sebanyak 55 dapur yang sudah beroperasi.
“Setiap pekan ada dapur yang beroperasi sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Ada juga yang masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Najib mengungkapkan, ke depan ada tambahan penerima program MBG yang tidak hanya menyasar pada anak sekolah, tetapi pada ibu hamil, ibu menyusui, guru.
“Intinya penerimaan manfaat adalah anak sekolah, anak usia sekolah yang tidak sekolah, kemudian santri, kemudian guru, ibu hamil dan menyusui. Mungkin nanti bertahap sesuai pertimbangan evaluasi pusat itu ada penerimaan manfaat berikutnya,” pungkasnya.
Sementara itu perwakilan yayasan Sifa Fikriya, Sujimin mengatakan, pada pelaksanaan launching ada sebanyak 1.645 penerima manfaat di hari pertama operasional.
“Menunya kedaerahan. Hari ini kita ingin uji seberapa cepat dari kesiapan kita dalam melayani PM kita. Alhamdulillah start kita jam 23.00, jam 7.00 kita sudah bisa menyiapkan semua menu makanan, kemudian jam 10.00 sudah terdistribusikan ke semua sekolahan atau PM-nya dengan lancar,” ujarnya.
Ia mengatakan, nantinya akan ada sebanyak 3.000 penerima manfaat di dapur SPPG Syifa Fikriya. “Nanti kita analisa lagi untuk mempercepat pekerjaan dari tim relawan kita,” ujarnya.
Pihaknya mengaku akan segera mengikutsertakan seluruh relawan yang ada di SPPG untuk mengikuti bimtek terkait dengan beberapa sertifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah. “Kalau chef-nya kita sudah tersertifikasi oleh BNSP, Badan Nasional Sertifikat Profesi,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











