SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka Rp130,2 triliun. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp119,5 triliun atau terealisasi 108,91 persen.
Capaian ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi dan Hilirisasi. Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se-Indonesia, pekan lalu.
Dengan realisasi investasi tersebut, Provinsi Banten berhasil naik ke peringkat keempat nasional, menggeser posisi sebelumnya di peringkat kelima. Kenaikan peringkat ini berlaku baik untuk realisasi investasi secara keseluruhan maupun khusus sektor hilirisasi.
Secara kumulatif, total investasi Rp130,2 triliun tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 5,2 miliar dolar AS. Khusus sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp41,3 triliun.
Sementara itu, pada Triwulan IV 2025 (Oktober–Desember), Provinsi Banten mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp38,6 triliun, yang terdiri atas PMDN Rp19,3 triliun dan PMA sebesar 1,4 miliar dolar AS. Pada periode yang sama, sektor hilirisasi menyumbang investasi sebesar Rp17,5 triliun, sekaligus menempatkan Banten di peringkat keempat nasional untuk triwulan tersebut.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas iklim investasi di daerah.
“Capaian realisasi investasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini memberikan dampak positif serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Provinsi Banten,” ujar Virgojanti.
Ia berharap tren positif ini dapat berlanjut pada tahun 2026. Menurutnya, peningkatan investasi tidak hanya dinilai dari besaran angka, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Semoga kinerja investasi ke depan semakin berkualitas, mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta memperkuat struktur ekonomi Banten secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











