TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di era belanja daring, paylater dan kartu kredit menjadi alat pembayaran yang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan sekaligus fleksibilitas dalam bertransaksi.
Kondisi ini menimbulkan dilema tersendiri bagi masyarakat sebagai konsumen modern dalam menentukan pilihan antara paylater vs kartu kredit.
Pasalnya, kedua alat pembayaran tersebut memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Lantas, mana yang lebih untung antara paylater atau kartu kredit? Berikut ulasannya.
Perbedaan Paylater vs Kartu Kredit
Paylater merupakan layanan keuangan digital yang memungkinkan pengguna membeli produk atau jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari. Dengan skema ini, pengguna tetap bisa bertransaksi meski belum memiliki dana saat itu.
Sementara itu, kartu kredit merupakan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) yang bersifat serbaguna dan dapat digunakan di berbagai merchant, baik daring maupun luring.
Paylater umumnya berbentuk layanan digital yang terhubung langsung dengan platform e-commerce. Sedangkan kartu kredit hadir dalam bentuk kartu fisik yang memuat identitas pemilik, nomor kartu, serta kode keamanan.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa perbedaan paylater dan kartu kredit yang perlu dicermati.
1. Penyedia Layanan
Perbedaan paling menonjol terlihat dari penyedia layanan. Paylater umumnya disediakan oleh perusahaan fintech (financial technology), sering kali melalui kerja sama dengan platform e-commerce.
Sebaliknya, kartu kredit diterbitkan oleh lembaga keuangan seperti bank.
2. Limit Pinjaman dan Bunga
Total limit pinjaman paylater dalam beberapa kasus bisa lebih besar dibanding kartu kredit, tergantung kebijakan masing-masing penyedia layanan.
Limit ini biasanya diberikan dalam nominal tertentu saat pengajuan dan dapat meningkat seiring kepatuhan pengguna dalam membayar tagihan.
Sementara itu, limit kartu kredit disesuaikan dengan kemampuan finansial nasabah, yang umumnya dinilai dari penghasilan atau slip gaji.
Dari sisi bunga, paylater bergantung pada regulasi perusahaan penyedia dan umumnya berada di kisaran 2,25–4 persen per bulan.
3. Proses Pengajuan
Pengajuan paylater dapat dilakukan sepenuhnya secara daring dengan persyaratan relatif sederhana, seperti KTP, foto diri, dan swafoto dengan KTP.
Berbeda dengan itu, pengajuan kartu kredit biasanya dilakukan melalui kantor cabang atau petugas pemasaran lembaga keuangan, dengan persyaratan seperti KTP, NPWP, slip gaji, dan dokumen pendukung lainnya.
4. Masa Tenor
Perbedaan lainnya terletak pada masa tenor. Paylater umumnya memiliki tenor maksimal hingga 12 bulan.
Sementara kartu kredit menawarkan tenor cicilan yang lebih panjang, bahkan bisa mencapai 24 bulan.
Mana yang Lebih Untung, Paylater atau Kartu Kredit?
Setelah memahami perbedaan tersebut, pertanyaan tentang mana yang lebih untung antara paylater dan kartu kredit sebenarnya kembali pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu.
Keduanya tidak bisa dinilai mutlak lebih untung atau lebih rugi.
Paylater cocok bagi pengguna yang membutuhkan proses cepat, persyaratan minim, serta transaksi bersifat mendesak dan bernilai relatif kecil.
Sementara kartu kredit lebih sesuai bagi mereka yang memerlukan limit besar, tenor cicilan lebih panjang, serta fleksibilitas penggunaan di berbagai tempat, termasuk transaksi global.
Pada akhirnya, baik paylater maupun kartu kredit sama-sama menawarkan kemudahan finansial. Keuntungan yang diperoleh sangat bergantung pada kebutuhan, kedisiplinan, serta profil risiko masing-masing pengguna.*
Editor : Krisna Widi Aria











