SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta untuk penyediaan listrik di Pulo Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa.
Rencananya akan dilakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untukemastikan penyediaan listrik selama 24 jam untuk masyarakat yang tinggal di Pulo Tunda.
Diketahui, selama ini sekitar 300 KK di Pulo Tunda hanya bisa menikmati listrik listrik selama kurang lebih 12 jam.
Hal itu karena pasokan listrik yang sangat terbatas di wilayah tersebut. Bahkan sering kali, terjadi pemadaman listrik karena adanya persoalan.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, sengaja melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan PT Aurora Power Indonesia (Metta Group), untuk penyediaan listrik di Pulo Tunda.
“Ini tindak lanjut penandatanganan PKS yang sudah dilaksanakan oleh Metta Group dengan BUMDes untuk penyediaan energi listrik tenaga Surya,” katanya, Jumat 23 Januari 2026.
Ia mengatakan, Kabupaten serang menjadi pilot project dari kementerian desa dan pembangunan daerah tertinggal sebagai solusi penyediaan listrik di daerah-daerah terluar.
“Kita syukuri bersama, saya selaku kepala daerah mengucapkan terima kasih, kepada Kemendes, ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat di Pulo Tunda yang sudah bertahun-tahun dengan listrik yang terbatas, hanya 12 per hari,” ujarnya.
Ia mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berkeadilan.
“Dengan adanya PLTS, warga diharapkan bisa meningkatkan produktivitasnya kemudian bisa meningkatkan perekonomian,” ujarnya.
Nantinya kerjasama antara Pemkab Serang dengan metta group akan berlangsung selama 5 tahun untuk penyediaan listrik kepada 300 KK di Pulo Tunda.
Sementara itu, CEO PT Aurora Power Indonesia (Metta Group), Katamsi Ginanom menyampaikan, keterlibatan perusahaannya di Pulao Tunda didorong oleh keyakinan untuk mengembangkan desa sekaligus bentuk investasi jangka panjang yang dilakukan perusahaan
“Sebagian dari kami sudah puluhan tahun bekerja di luar negeri. Bagi saya pribadi, ini waktunya membayar kembali kepada negeri. Dari sisi bisnis mungkin belum tentu menguntungkan, tapi dari sisi keyakinan sebagai anak bangsa, ini adalah pilihan kami,” ungkap Katamsi.
Ia menegaskan, Metta Group ingin membuka akses terhadap kapital bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah kepulauan, agar masyarakat dapat lebih produktif dan sejahtera.
“Sehingga produknya bisa tetap segar dan masyarakat punya nilai tambah. Ini bukan hibah, ini investasi,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











