SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum HRD Serang Barat menggelar acara gathering besar yang mempertemukan para praktisi industri dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten di Hotel Deluma, Bojonegara, Rabu, 28 Januari 2026.
Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan kebijakan industri dengan isu-isu krusial di wilayah Serang Barat, seperti penyerapan tenaga kerja melalui program magang nasional serta rencana pelebaran jalan nasional Bojonegara–Puloampel.
Acara yang bertepatan dengan momen Bulan K3 Nasional ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana Supriatna, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, serta Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Banten.
Kolaborasi Isu Ketenagakerjaan
Ketua Forum HRD Serang Barat, Abdul Muhid, menjelaskan bahwa meskipun kegiatan ini merupakan agenda internal forum, kehadiran para pejabat pemangku kepentingan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam isu penyerapan tenaga kerja lokal.
Selain sosialisasi upah minimum dan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Pengawas Ketenagakerjaan, salah satu poin penting yang disampaikan adalah program magang nasional.
“Alhamdulillah, sosialisasi magang nasional dapat tersampaikan kepada seluruh industri di Serang Barat. Ini penting untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia lokal agar bisa masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Soroti Infrastruktur dan Pelebaran Jalan Nasional
Selain persoalan ketenagakerjaan, forum tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku industri untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait infrastruktur yang dinilai menghambat aktivitas operasional, seperti kemacetan akibat lalu lintas truk tambang serta minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).
Salah satu fokus utama yang dibahas bersama Sekda Kabupaten Serang adalah desakan percepatan pelebaran jalan nasional lintas Bojonegara–Puloampel.
“Kami sebagai pelaku industri merasa kemacetan di jalan nasional ini sudah sangat krusial karena kondisi jalan yang sempit. Saat ini dibutuhkan penanganan serius dari pemerintah pusat yang didukung penuh oleh pemerintah daerah,” tegas Abdul Muhid.
Melalui sinergi ini, Forum HRD Serang Barat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki aksesibilitas kawasan industri, sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing industri di wilayah Serang Barat.*
Editor : Krisna Widi Aria











