PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menyebut kasus depresi masih menjadi persoalan kesehatan jiwa yang dialami masyarakat, mulai dari usia remaja hingga dewasa.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Dinkes Pandeglang, Pauzi Ramzih, mengatakan gangguan kejiwaan, termasuk depresi, masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pandeglang.
“Permasalahan kesehatan jiwa terjadi pada berbagai siklus kehidupan, mulai remaja hingga usia produktif dewasa, yang dipengaruhi faktor pekerjaan maupun gangguan kecemasan,” kata Pauzi, Kamis 5 Februari 2026.
Pada awal tahun 2026, Dinkes Pandeglang menemukan 11 warga mengalami gangguan perasaan, termasuk depresi, di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, mayoritas kasus depresi dialami masyarakat berusia antara 20 hingga 60 tahun. Kondisi tersebut dipicu berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, persoalan keluarga, pekerjaan, hingga lingkungan sosial.
Pauzi menjelaskan, layanan kesehatan jiwa sudah tersedia di puskesmas maupun rumah sakit di Kabupaten Pandeglang, baik melalui konseling maupun pengobatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental anggota keluarga.
“Jika ada anggota keluarga yang mengalami masalah psikologis, ajak berbicara, beri dukungan dan motivasi. Bila perlu, segera datang ke puskesmas karena tersedia layanan skrining, edukasi kesehatan jiwa, serta konseling,” ujarnya.
Dinkes Pandeglang mengimbau masyarakat lebih peka terhadap kondisi mental anggota keluarga dan segera mencari solusi jika muncul masalah agar tidak berkembang menjadi depresi. Pauzi mengingatkan, keluarga perlu memberikan perhatian dan dukungan agar beban psikologis tidak semakin berat.
“Kalau perlu, ajak anggota keluarga yang mengalami masalah ke puskesmas untuk konseling. Di puskesmas tersedia skrining kesehatan jiwa, edukasi, serta layanan konseling jika dibutuhkan,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











