SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kemacetan parah kembali melanda ruas jalan Bojonegara–Puloampel, Kabupaten Serang, Rabu, 11 Februari 2026. Antrean kendaraan terpantau mengular hingga berkilometer, menyebabkan aktivitas warga, pelajar, hingga ribuan karyawan di kawasan industri tersebut lumpuh total.
Berdasarkan laporan di lapangan, kemacetan parah ini sudah terjadi sejak pagi hari. Banyak pengendara terjebak dalam antrean panjang tanpa bisa bergerak, bahkan hingga lebih dari tiga jam. Kondisi ini memicu keresahan para pengguna jalan yang setiap hari bergantung pada akses utama tersebut.
Kemacetan kali ini dilaporkan dipicu oleh adanya proyek perbaikan jalan di salah satu titik ruas jalan utama. Penyempitan jalur akibat alat berat dan material proyek membuat arus lalu lintas dari kedua arah tidak mampu menampung volume kendaraan, terutama truk-truk besar industri yang mendominasi kawasan tersebut.
Ketua Forum HRD Serang Barat, Abdul Muhid, yang turut menjadi korban kemacetan ini, menyampaikan keluhannya. Ia mengaku sangat resah karena kondisi macet parah tersebut bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan sudah menjadi “makanan” sehari-hari warga dan pekerja.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Hari ini macet total sampai berkilo-kilometer dan saya sendiri tertahan sampai tiga jam lebih,” ujar Abdul Muhid dengan nada kecewa.
Keterlambatan massal pun tidak terelakkan. Ribuan karyawan pabrik di kawasan industri Serang Barat serta para pelajar terpaksa datang terlambat ke tempat tujuan mereka. Menurut Abdul Muhid, ketidakteraturan jadwal perbaikan dan lemahnya manajemen lalu lintas di sekitar area proyek menjadi faktor yang memperparah keadaan.
“Macet ini hampir terjadi setiap hari, tapi hari ini yang terparah. Dampaknya sangat luas, produktivitas karyawan terganggu karena terlambat masuk kerja, begitu juga anak-anak sekolah yang terpaksa tertahan di jalan,” tambahnya.
Warga dan para pekerja berharap pihak terkait, baik dinas pekerjaan umum maupun kepolisian, dapat segera turun tangan untuk mengatur lalu lintas atau mencari solusi agar proyek perbaikan jalan tidak mengorbankan waktu masyarakat hingga berjam-jam.*
Editor : Krisna Widi Aria











