PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat, empat kasus kecelakaan terjadi di pesisir Selatan Pandeglang sepanjang Januari hingga September 2025.
Kasi Kedaruratan pada BPBDPK Pandeglang, Rian Sutansyah, menyebut faktor utama kecelakaan adalah faktor cuaca.
“Kebanyakan kecelakaan terjadi karena gelombang datang tiba-tiba dan cuaca kurang mendukung,” ungkapnya, Jumat, 26 September 2025.
Dafi empat kasus kecelakaan laut itu, 13 orang menjadi korban, 10 di antaranya selamat dan tiga korban meninggal dunia. Korban merupakan nelayan.
“Kebanyakan yang menjadi korban adalah nelayan,” kata Rian.
Dibandingkan tahun 2024, jumlah kecelakaan laut hanya tiga kasus. Namun, korban meninggal lebih banyak pada tahun 2024, yakni empat orang dari total 10 korban. Sementara, enam korban lainnya selamat.
Rian menegaskan, meskipun beberapa pantai memiliki risiko kecelakaan, masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir karena di lokasi terdapat banyak penjaga pantai.
Ia mengingatkan wisatawan untuk selalu mengikuti arahan penjaga pantai dan tidak berenang di daerah rawan, khususnya pantai Selatan seperti Cikeusik, yang memiliki ombak tinggi.
Warga yang menyaksikan kecelakaan laut bisa melaporkan kejadian ke Polairud Pos Panimbang, Basarnas Pos Carita, atau BPBDPK Pandeglang melalui hotline yang tersedia.
“Nelayan lebih berpengalaman, tapi tetap harus berhati-hati. Jika kondisi laut tidak memungkinkan, sebaiknya menunda aktivitas melaut. Untuk wisatawan, ikuti aturan dan batas aman yang ditetapkan penjaga pantai,” imbaunya.
Dengan pengawasan dan imbauan ini, diharapkan risiko kecelakaan laut di pesisir Selatan Pandeglang dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keselamatan nelayan dan wisatawan.
Editor: Agus Priwandono











