SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, diarahkan pada upaya konkret menurunkan angka pengangguran melalui pembukaan investasi dan penciptaan lapangan kerja baru di Kota Serang.
Budi mengatakan, konsep dasar yang ia bangun adalah menjadikan Kota Serang sebagai ibu kota provinsi yang benar-benar terbuka dan berkembang.
“Pertama adalah menjadikan ibu kota yang sesungguhnya. Tentunya harus terbuka dulu pemikiran bagaimana menjadi kota yang toleran agar kota ini tidak menjadi tertutup hingga menjadi kota yang mati,” ujar Budi usai refleksi satu tahun kepemimpinannya di Royal Baroe, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, keterbukaan menjadi fondasi utama agar investor mau masuk dan menanamkan modal di Kota Serang.
“Pertama harus terbuka. Terbuka itu supaya investasi banyak masuk, termasuk investor. Kalau investasi masuk, otomatis peluang kerja juga terbuka,” katanya.
Ia menyebut sejumlah proyek mulai bergerak, mulai dari kawasan Royal Baroe, pengembangan alun-alun, pembangunan hotel, hingga rencana masuknya pabrik-pabrik besar.
“Masuk Royal Baroe, nanti ke alun-alun, hotel, lain-lain, pabrik-pabrik besar dan lain-lain. Nah itu menjadi peluang orang untuk membuka lapangan pekerjaan luas-luasnya,” katanya.
Budi menyoroti persoalan lulusan sekolah yang belum terserap dunia kerja. Ia mengaku prihatin melihat banyak anak muda yang setelah lulus justru menganggur.
“Itu target dari saya untuk mengurangi pengangguran. Hari ini anak-anak kita banyak yang lulus, tapi ujung-ujungnya menganggur tidak bekerja. Itu yang harus kita jawab,” katanya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Kota Serang pada 2024 memang mengalami penurunan, meski belum signifikan.
Budi mengakui hal tersebut dan berjanji akan menggenjot berbagai program agar hasilnya lebih terasa.
“Datanya kita punya semua. Tentunya perjuangan ini, angka penganggurannya kita turunnya memang baru sedikit di tahun 2024 kemarin. Makanya kita akan genjot itu semua, karena itu data dari BPS, bukan dari saya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, capaian pembangunan daerah bukan sekadar klaim pemerintah, melainkan berbasis data resmi.
“Alhamdulillah indeks pembangunan manusianya naik, angka pengangguran turun, angka kemiskinan turun, laju pertumbuhan ekonomi juga naik. Nah ini kan fakta, bukan saya yang menilai,” katanya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Budi memastikan komitmen untuk terus mendorong investasi dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
“Kita ingin Kota Serang ini hidup, berkembang, dan membuka peluang seluas-luasnya untuk masyarakat. Fokus kita jelas, bagaimana angka pengangguran terus turun dan anak-anak muda kita punya pekerjaan,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











