KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Squad ANRI menggelar diskusi publik terkait evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang di Cafe Taman Ide, Tigaraksa, Rabu sore, 25 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum penyerapan aspirasi lintas elemen, mulai dari aktivis mahasiswa, aktivis perempuan, buruh, hingga komunitas komika.
Founder Squad Anak Negara Republik Indonesia (ANRI), Anri Situmeang, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari roadmap pengawasan satu tahun kepemimpinan kepala daerah.
Sebab, menurutnya, forum ini bertujuan mengkaji sejauh mana kebijakan dan program yang dijalankan telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jadi, dalam satu tahun ini kita melakukan penilaian dan kajian terhadap kinerja Bupati. Ditambah dengan hasil diskusi dari berbagai elemen ini akan kami rangkum dalam satu draf rekomendasi yang akan disampaikan kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang agar bisa ditindaklanjuti,” kata Anri Situmeang di lokasi kegiatan.
Dia juga menegaskan, laporan tersebut akan diserahkan secara resmi sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan lima tahun ke depan.
“Ini merupakan bukti kepedulian kami. Dan kami berharap, kepemimpinan Bupati benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam evaluasinya, Anri Situmeang menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Dia juga menyinggung insiden kecelakaan yang menelan korban jiwa yang diduga akibat kondisi jalan rusak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya bergerak cepat tanpa harus menunggu sorotan media atau tekanan media sosial.
Karena dia menilai, perangkat daerah seperti kepala dinas dan pihak kecamatan memiliki tanggung jawab untuk memetakan wilayah prioritas dan segera melaporkannya kepada Bupati untuk ditindaklanjuti.
“Respons cepat sangat penting, apalagi menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Dikatakannya, Squad ANRI sendiri merupakan bagian dari gerakan ANDRI (Anak Negeri Republik Indonesia) yang berfokus pada isu antikorupsi dan pengawasan kebijakan publik. Situmeang menyebut dirinya sebagai founder gerakan tersebut.
Dia kembali berujar, kritik yang disampaikan bukan bentuk penolakan, melainkan wujud kepedulian masyarakat dalam membangun Kabupaten Tangerang secara lebih baik dan transparan.
“Kritik adalah bagian dari kontrol sosial. Mahasiswa dan masyarakat harus didengar sebagai juru bicara kepentingan publik,” tutupnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











