KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang melalui Bidang Evaluasi Kinerja dan Pembinaan Aparatur menggelar Seminar Psikoedukasi Seri Peningkatan Diri bertema Bertumbuh Menjadi ASN yang Lebih Baik: Membangun Kesadaran Diri, Komunikasi Aktif, dan Karakter Profesional di Hotel Lemo, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, yakni luring dan daring, serta diikuti sekitar 2.700 aparatur sipil negara (ASN) dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan sejumlah daerah lainnya.
Sebanyak 150 peserta mengikuti seminar secara langsung di lokasi, sedangkan peserta lainnya bergabung melalui Zoom Meeting dan YouTube.
Seminar menghadirkan dua narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Banten, yakni Muhammad Abdilah Nuradhi, M.Psi., Psikolog, dan Wikan Putri Larasati, M.Psi., Psikolog.
Keduanya membahas pengembangan kesadaran diri, komunikasi aktif, serta pembentukan karakter profesional bagi ASN.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui sesi refleksi diri, tanya jawab, dan berbagai kegiatan ice breaking untuk menjaga keterlibatan peserta selama seminar berlangsung.
Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang Beni Rachmat mengatakan, pengembangan kompetensi ASN tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga harus diimbangi dengan kemampuan mengelola diri serta membangun hubungan kerja yang sehat.
“ASN yang profesional lahir dari pribadi yang memiliki kesadaran diri, mampu berkomunikasi secara efektif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan etika dalam bekerja. Melalui seminar ini, kami berharap peserta memperoleh wawasan dan keterampilan psikologis yang dapat diterapkan sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Beni, seminar tersebut merupakan bagian dari upaya BKPSDM Kabupaten Tangerang menghadirkan ruang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan ASN di tengah dinamika perubahan.
Ia menilai penguatan aspek psikologis menjadi salah satu faktor penting dalam membangun budaya kerja yang sehat, meningkatkan kualitas individu, memperkuat kolaborasi lintas generasi, serta mendorong lahirnya ASN yang adaptif terhadap perubahan demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.*
Editor : Krisna Widi Aria











