SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang belajar ke Jepang dalam pengelolaan sampah sebagai langkah serius menuntaskan persoalan lingkungan di ibu kota Provinsi Banten tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat sistem penanganan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kunjungan dan pembelajaran itu menjadi bagian dari persiapan Kota Serang yang ditunjuk sebagai lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Program tersebut digadang-gadang menjadi solusi atas persoalan keterbatasan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan tingginya volume sampah harian.
Dengan mempelajari sistem waste to energy di Jepang, Pemkot Serang berharap mampu mengadopsi pola pengelolaan yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif bagi daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengatakan pihaknya mengikuti workshop yang difasilitasi The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) bersama Pemerintah Jepang. Kegiatan itu memberikan gambaran langsung mengenai konsep waste to energy.
“Di sana kita melihat bagaimana kultur budaya Pemerintah Jepang. Kalau melihat sejarahnya, Jepang pada tahun 1950 sampai 1960 praktiknya masih seperti yang kita alami di Indonesia saat ini,” ujar Farach,
Menurutnya, Jepang mampu bertransformasi melalui edukasi dan pembentukan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
Proses tersebut tidak instan, melainkan melalui tahapan panjang dan konsisten.
“Yang utama itu bagaimana tata cara memberikan pemahaman kepada masyarakat. Setelah itu bagaimana masyarakat bisa memilah sampah, khususnya sampah anorganik agar masuk dalam skema ekonomi sirkular,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana











