PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pandeglang, Dinas PUPR Provinsi Banten menyiagakan 120 personil yang stanby di jalur mudik dan wisata Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak 120 personel yang siaga pada saat arus mudik dan wisata Lebaran Idul Fitri nanti merupakan para pekerja Dinas PUPR Banten.
Selain menyiagakan 120 pekerja, UPTD PJJ Pandeglang juga menyiapkan peralatan alat berat untuk antisipasi kejadian longsor saat arus mudik, wisata dan arus balik Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pandeglang, Dinas PUPR Provinsi Banten, Yan Ardiansyah Achmad mengatakan, kalau pihaknya menyiagakan sebanyak 120 orang pekerja untuk stanby pada jalur mudik dan wisata Lebaran Idul Fitri.
“Untuk alat berat kami memiliki eksavator, dumtruk, dan juga bulldozer, loader. Kami juga siap untuk membantu segera jika ada gangguan longsoran di jalan,” katanya.
Yan menerangkan, kalau pihaknya juga sudah memetakan peta jalur sebagaimana tahun sebelumnya. Fokus mudik dengan wisata ini di jalur tengah itu ada Mengger-Mandalawangi-Caringin, ini akses utama bagi para pemudik dan wisatawan berasal dari daerah Jakarta, ke arah Carita, Labuan dan sekitarnya.
“Kita targetkan jalur itu bisa kita sapu lubang, kita perbaiki rekondisi permukaan badan jalannya dengan tambal sulam, dan kita tetap pantau pengaman terhadap kondisi-kondisi potensi longsoran,” katanya.
Kemudian jalur penghubungnya ada Ujung Tebu-Mandalawangi itu juga menjadi salah satu jalur alternatif saat ini makin banyak kendaraan lewat sana, kemudian juga kami lakukan pemeliharaan. Lalu daerah Menes-Cimanying-Jiput, juga kita laksanakan perbaikan
“Untuk jalur selatan, penghubung itu ada namanya Saketi-Picung ini juga menghubungkan sampai ke Malingping, dari Pandeglang. Dan Alhamdulillah sudah kita laksanakan pemeliharaannya,” katanya.
Mudah-mudahan ini bisa memperlancar pengguna jalan. Yan mengimbau kepada pengguna jalan sebelum melaksanakan kegiatan mudik dan wisata tentunya harus mempersiapkan terlebih dahulu membaca jalur. Serta waspada titik kemacetan dan titik rawan longsor.
“Sehingga semuanya bisa berhati-hati terhadap jalan di lewati. Termasuk juga cuaca juga kita sama-sama tahu, cuaca ini fluktuatif ya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Kondisi cuaca sekarang, yang kalau asumsikan cuaca panas ternyata tiba-tiba hujan.
“Kita asumsikan hujan ternyata cerah. Untuk itu kita mengandalkan BMKG untuk bisa memantau kodisi alam. Jadi berhati-hati sebelum berangkat baca dulu informasi-informasi, lalu apabila menemukan hal tak diinginkan di jalan segera laporkan sehingga kami bisa segera kalau itu lepas dari pengamatan kami bisa segera mengantisipasi,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











