LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPR RI Komisi X, Adde Rosi Khorunnisa, memberi sorotan terkait kenaikan angka stunting pada tahun 2026 di Kabupaten Lebak.
Diketahui, dalam dua bulan terakhir angka stunting di Lebak mengalami kenaikan. Per 29 Januari 2026 tercatat 4.124 anak (5,66 persen dari total balita) dilaporkan stunting. Laporan terbaru per Februari 2026 menyebutkan angka tersebut naik menjadi 6.300 anak.
Adde menyebutkan, lonjakan tersebut menempatkan Lebak di posisi kedua tertinggi kasus stunting se-Provinsi Banten setelah Kabupaten Pandeglang.
“Kondisi stunting di Lebak ini terburuk kedua se-Provinsi Banten setelah Pandeglang,” katanya usai mengisi acara Peningkatan Kapasitas Penggunaan Riset dan Inovasi untuk Masyarakat di Kecamatan Warunggunung, Senin 2 Maret 2026.
Ia menyebutkan bahwa peningkatan angka tersebut sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah konkret serta kolaborasi lintas sektor.
Lebih lanjut, menurut politisi Partai Golkar ini, dirinya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar turun langsung memberikan intervensi kepada kader Posyandu, PKK, hingga kepala desa sebagai ujung tombak penanganan di lapangan.
“Perhatian terhadap anak stunting bukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi sejak ibu hamil harus mendapat edukasi dan asupan gizi yang cukup,” tegasnya.
Adde Rosi menambahkan persoalan stunting tidak bisa ditangani secara parsial. Penanganan harus dimulai sejak masa kehamilan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Edukasi terkait asupan gizi ibu hamil seperti asam folat, protein, karbohidrat, dan vitamin menjadi kunci utama pencegahan.*
Editor : Krisna Widi Aria











