SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak tiga kota dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten masuk dalam kiteria aman dari prevalensi stunting berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO).
Ketua Satgas Stunting Provinsi Banten, Ricky Febrianto mengatakan, ketiga kota itu yakni Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon.
Ketiganya aman dari prevalensi stunting berdasarkan WHO karena angka stuntingnya di bawah 20 persen.
“Alhamdulillah tiga kota di Banten sudah memasuki kategori aman dari stunting dengan tingkat prevalensinya dibawah 20 persen. Kita berikan apresiasi,” ujar Ricky dalam kegiatan penguatan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting BKKBN Banten bersama jurnalis di salah satu kafe di Kota Serang, Rabu 20 Desember 2023 malam.
Ricky menerangkan, berdasarkan kriteria itu, maka tinggal lima kabupaten dan kota lagi di Banten yang saat ini belum dalam kriteria mandari stunting.
“Jadi WHO menetapkan, jika di suatu wilayah ada anak stunting jumlahnya di atas 20 persen, maka dianggap sebagai daerah yang kritis atau rawan akan bahaya stunting,” katanya.
Presiden Joko Widodo pada 2024 menargetkan angka stunting dapat turun secara nasional dari 20 persen menjadi 14 persen.
“Pak Presiden menargetkan angka stunting dapat turun dari 14 persen. Ini tugas yang menantang sekali,” ujarnya.
Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah stunting itu maka dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak termasuk dari kalangan jurnalis.
Jurnalis diharapkan dapat mengedukasi warga mengenai cara pencegahan stunting melalui tulisan-tulisan yang edukatif.
“Mari bersama-sama kita saling bergotong royong menyelesaikan masalah stunting ini agar target Indonesia Emas dapat terwujud,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











