SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 168 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Serang belum memiliki lahan baik tanah bengkok milik desa maupun lahan milik daerah ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dibangun gerai.
Kondisi tersebut membuat pemerintah desa dan pengurus Kopdes Merah Putih merasa resah karena belum adanya regulasi dari pemerintah pusat mengenai nasib desa-desa yang tidak memiliki lahan.
Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Mokhamad Rifki, mengatakan, dari total 326 desa di Kabupaten Serang ada sekitar 168 Kopdes Merah putih yang belum memiliki lahan untuk dibangun gerai.
“Masih terus dilakukan pendataan, sebelumnya ada 200 namun saat ini jumlahnya berkurang tinggal 168,” katanya, Selasa 3 Maret 2026.
Rifki mengaku sampai saat ini masih berupaya untuk menunggu regulasi dari pemerintah pusat mengenai nasib Kopdes Merah Putih yang belum memiliki lahan.
“Kita masih menunggu regulasinya dari kementerian bagi Kopdes Merah Putih yang belum memiliki lahan,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Rifki, ada sebanyak 67 Kopdes Merah Putih yang sudah memiliki lahan dan mulai dibangun oleh Agrinas Pangan Nusantara.
“Dari jumlah itu ada sebanyak delapan gerai Kopdes Merah Putih yang sudah selesai dibangun, sementara sisanya masih dalam proses,” ujarnya.
Delapan gerai Kopdes Merah Putih yang sudah selesai dibangun diantaranya ialah, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Desa Nanggung Kecamatan Kopo, Desa Kemuning Kecamatan Tunjung Teja, Desa Kamasan dan Ciparay Kecamatan Cinangka, Desa Labuan Kecamatan Mancak, Desa Margagiri Kecamatan Bojonegara dan Desa Cikoneng Kecamatan Anyar.
Sementara itu sisanya, merupakan desa yang sudah memiliki lahan namun belum bisa dibangun karena belum ada regulasi yang mengatur terkait pembangunan gerai Kopdes Merah Putih bagi desa yang memiliki luas lahan yang kurang.
“Kita juga masih menunggu regulasi bagi desa yang memiliki lahan yang kurang dari 20 kali 30 meter,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











