SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat kemiskinan di Kabupaten Serang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang (BPS) yang dirilis pada Desember 2025 lalu.
Berdasarkan hasil survei per Maret 2025, persentase penduduk miskin Kabupaten Serang tercatat 4,48 persen, turun 0,03 persen dibandingkan 2024. Jumlah penduduk miskin saat ini sekitar 68 ribu orang, berkurang sekitar 350 orang dalam setahun.
Kepala BPS Kabupaten Serang, Tutty Amalia, menjelaskan tren angka kemiskinan di Kabupaten Serang selama enam tahun terakhir selalu berada di kisaran empat hingga lima persen.
“Khusus Kabupaten Serang, angka kemiskinannya naik-turun di angka empat dan lima persen. Menurut kami, hal ini masih wajar,” ujar Tutty, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menekankan, yang perlu diwaspadai bukan hanya jumlah penduduk miskin, tetapi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Apabila meningkat, hal ini bisa menjadi indikasi ketimpangan distribusi pendapatan sehingga penduduk miskin semakin tertekan.
“Kalau tingkat keparahan naik, harus diwaspadai. Bisa jadi distribusi pendapatan tidak merata sehingga mereka yang miskin semakin terpuruk,” tegasnya.
Untuk mengukur kedalaman kemiskinan, BPS Kabupaten Serang menggunakan indikator P1 dan P2. Tutty menjelaskan, fluktuasi kemiskinan di Kabupaten Serang masih dalam batas wajar.
Pengukuran kemiskinan dilakukan dari sisi pengeluaran untuk konsumsi di bawah 2.100 kilo kalori per kapita per bulan. Penduduk yang pengeluarannya berada di bawah garis kemiskinan dikategorikan miskin, sementara yang berada di atasnya dianggap tidak miskin.
“Pendekatan berdasarkan pendapatan tidak digunakan karena jawaban masyarakat sering bias; banyak orang enggan terbuka soal penghasilan bulanan mereka,” pungkas Tutty.
Editor: Mastur Huda











