CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID — Dalam rangka menjalankan program tahunan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui program kemaslahatan kembali menebar manfaat kepada masyarakat.
Tahun ini, Kota Cilegon mendapatkan sebanyak 1.000 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini dikoordinatori oleh Ananda Pohan selaku Staf Ahli DPR RI. Paket sembako tersebut didistribusikan ke berbagai kecamatan di Kota Cilegon guna memastikan bantuan tepat sasaran dan merata.
Program “Menebar Manfaat” ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti janda, anak yatim, kaum dhuafa, serta mereka yang dinilai berhak menerima bantuan.
Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi sekaligus memberikan dukungan moral bagi para penerima.
Dalam keterangannya, Ananda Pohan menyampaikan bahwa program kemaslahatan BPKH merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
“Program ini adalah wujud komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempererat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat penerima.
Menurutnya, melalui kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, program kemaslahatan seperti ini diharapkan dapat terus diperluas jangkauannya dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang.
Selain itu, program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan saling mendukung. Dengan demikian, nilai-nilai kemaslahatan tidak hanya dirasakan secara materi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di berbagai lapisan masyarakat.
Melalui program ini, BPKH terus berupaya mengoptimalkan nilai manfaat dana haji untuk kepentingan umat, tidak hanya dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam aspek sosial dan kemanusiaan.











