LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Relawan Aspirasi membantah terkait dengan dugaan bahwa Rumah Aspirasi Bupati Lebak dijadikan lokasi jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Dugaan tersebut mencuat, setelah ayah dari bupati Lebak yakni Mulyadi Jayabaya atau JB menyegel Rumah Aspirasi pada Selasa 10 Maret 2026.
Relawan Rumah Aspirasi, Badriyudin, memberikan penjelasan berbeda terkait penutupan bangunan tersebut. Ia menyebutkan bahwa rumah tersebut memang sudah lama diminta untuk dikosongkan.
Menurutnya, rencana pengosongan sudah disampaikan jauh hari sebelumnya karena bangunan tersebut akan disewakan kepada pihak lain. Oleh sebab itu, penutupan dilakukan sebagai bagian dari proses pengosongan tempat.
“Jadi sudah diminta dikosongkan sejak lama, karena akan disewa oleh Bank,” terangnya saat dihubungi melalui telepon.
Badriyudin juga menegaskan bahwa penutupan rumah aspirasi tersebut tidak memiliki kaitan dengan isu lain yang berkembang di masyarakat.
Ia memastikan keputusan tersebut semata-mata karena alasan pemanfaatan bangunan. “Jadi udah lama minta dikosongkan, karena memang mau dijadikan bank,” tuturnya.
Saat disinggung terkait tudingan bahwa rumah aspirasi menjadi lokasi jual beli jabatan, Badriyudin secara tegas membantah kabar tersebut. Menurutnya, informasi itu tidak benar dan tidak pernah terjadi di tempat tersebut. “Tidak ada jadi lokasi beli jabatan, enggak benar,” tandasnya.
Editor Daru











