PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi melakukan ziarah ke makam mantan Bupati Pandeglang Abuya KH Tb Abdul Halim di Kadupeusing, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Abuya Abdul Halim merupakan Bupati Pandeglang pertama dari kalangan ulama.
Setelah dari makam Abuya Abdul Halim, Dewi–Iing melanjutkan ziarah di area Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang. Ziarah ke makam mantan Bupati Pandeglang tersebut dilakukan satu hari menjelang Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang tahun 2026.
Dalam kegiatan ziarah tersebut, Dewi–Iing didampingi Sekretaris Daerah Pandeglang Asep Rahmat, Wakapolres Pandeglang Kompol Asep Jamal, Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Surayadi Sembiring, serta Anggota DPRD Pandeglang Linda Kurniasari.
Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Pandeglang Lukmanul Hakim beserta kepala OPD Kabupaten Pandeglang.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi terlihat khusyuk saat berziarah ke makam para mantan Bupati Pandeglang.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengenakan gamis putih dan kerudung hitam, sementara Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengenakan kemeja putih dan peci hitam.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan bahwa dirinya telah melakukan ziarah ke makam para bupati terdahulu.
“Alhamdulillah, kami sudah melakukan ziarah mulai dari bupati pertama hingga bupati terakhir, Pak Erwan,” katanya usai ziarah di Masjid Agung Ar-Rahman, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia berharap semangat perjuangan para pemimpin terdahulu dapat dilanjutkan dalam pembangunan Pandeglang.
“Kita doakan semoga husnul khatimah dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi berharap para almarhum pemimpin terdahulu mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Dan kita sebagai generasi berikutnya berkewajiban melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan Kabupaten Pandeglang. Mari kita bersatu melanjutkan pembangunan yang telah diletakkan oleh para pemimpin terdahulu,” katanya.
Ia menambahkan, ziarah kubur juga menjadi sarana introspeksi diri bagi setiap manusia.
“Pada prinsipnya, kita semua diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah. Maka, sisa usia ini harus kita gunakan sebaik mungkin untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Pandeglang. Mudah-mudahan menjadi ladang amal ibadah kita di yaumul qiyamah,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











