SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat politik dan kebjakan publik Ahmad Sururi menanggapi soal duetnya Ketua DPD Gerindra Banten Andra Soni dan Mantan Bupati Pandeglang Achmad Dimyati Natakumah pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten.
Sururi memandang bahwa duet Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten itu merupakan betuk perlawanan antara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan warga Banten itu.
“Memasangkan Andra Soni dengan Dimyati merupakan bentuk perlawanaan politik dan semakin terbukanya kompetisi Pilkada Banten,” kata Sururi, Kamis 27 Juni 2024.
Seperti yang diketahui, tercatat selama 24 tahun berdiri, Golkar terus mempertahankan posisinya sebagai partai pemenang dalam setiap ajang kontestasi Pilgub Banten.
Menurut Sururi, Andra dan Dimyati memiliki ceruk suara yang bagus yaitu melengkapi keterwakilan wilayah Banten Utara yang meliputi Tangerang Raya dan Banten Selatan. Dikatakannya, dalam Pilgub Banten ini, Tangerang Raya masih menjadi kunci pemenangan, karena jumlah suara disana merupakan terbanyak se Banten.
Jika pun head to head dengan Airin, Sururi menyebut bahwa kekuatan ini akan realatif seimbang dengan meninggat kekuatan dari mesin partai Gerindra dan PKS ini.
“Secara elektoral, variabel kekuatan Parpol dan support relasi kuasa bisa menandingi. Terutama Gerindra tentu sudah mempertimbangkan dengan cermat besarnya kekuatan Golkar dengan Airinnya di Pilkada Banten,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











