SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya yang menjadi korban penipuan kerja ke luar negeri dengan turun langsung menemui korban yang baru dipulangkan dari Kamboja.
Di hadapan korban, Budi tampak terharu mendengar langsung pengalaman pahit yang dialami pemuda asal Kelurahan Kasemen tersebut selama lebih dari satu tahun berada di luar negeri.
“Hari ini saya bertemu langsung dengan korban pekerja yang mengalami penipuan di Kamboja. Di sebelah saya ini adalah salah satu anak yang benar-benar ingin mencari pekerjaan,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Menurut Budi, kisah yang dialami korban bukan hanya menyedihkan, tetapi juga menggambarkan betapa kerasnya realitas yang dihadapi sebagian masyarakat dalam mencari pekerjaan.
Ia mengungkapkan, korban sempat dijanjikan pekerjaan layak di sektor kuliner di Vietnam, namun justru dipaksa bekerja dalam praktik penipuan daring di Kamboja.
“Ceritanya seperti di film, mereka dikumpulkan, disiksa, dan dipaksa melakukan penipuan,” katanya.
Budi mengaku bersyukur korban akhirnya dapat kembali ke Kota Serang dalam kondisi selamat, meski harus menanggung trauma akibat pengalaman tersebut.
“Saya merasa sangat terharu sekaligus bahagia karena yang bersangkutan akhirnya bisa kembali ke Kota Serang,” ucapnya.
Lebih jauh, Budi menilai peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah, untuk lebih serius dalam melindungi masyarakat dari praktik penipuan kerja.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Serang tidak boleh hanya hadir saat terjadi masalah, tetapi juga harus aktif melakukan pencegahan.
Menurutnya, salah satu akar persoalan adalah masih tingginya angka pengangguran yang membuat masyarakat mudah tergiur tawaran kerja instan di luar negeri.
Karena itu, Budi berkomitmen untuk terus mendorong masuknya investasi guna membuka lapangan kerja baru di Kota Serang.
“Ini menjadi salah satu dampak dari tingginya angka pengangguran di Kota Serang. Maka dari itu, saya terus berupaya mencari investasi agar anak-anak kita bisa bekerja di daerah sendiri,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya.
Pemkot Serang, kata dia, akan meningkatkan sosialisasi terkait prosedur resmi bekerja ke luar negeri serta bahaya jaringan perekrut ilegal.
Budi berharap, dengan langkah tersebut, tidak ada lagi warga Kota Serang yang menjadi korban penipuan serupa di masa mendatang.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ceritanya memang sangat menyedihkan,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama saling mengingatkan dan melaporkan jika menemukan indikasi praktik perekrutan tenaga kerja ilegal.
Bagi Budi, keselamatan dan masa depan warga Kota Serang menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan serius.
Editor: Agus Priwandono











