PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah melihat pembangunan Kabupaten Pandeglang cenderung berjalan di tempat (statis). Pembangunan Pandeglang cenderung statis diibaratkan oleh Wakil Gubernur Banten seperti orang sedang naik sepeda.
Menurut Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, membangun Pandeglang harus berani melakukan perubahan.
“Maka di momen Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang ini harus lakukan yang namanya inovasi. Saya berharap menjadi petarung supaya bangkit Pandeglang ini kalau kita lihat persis kayak orang naik sepeda,” katanya bertempat, Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Rabu, 1 April 2026.
Wagub menjaskan, orang naik sepeda, tetap jaga keseimbangan tetap bergerak tetapi merangkak. Tidak seperti kereta whoose itu kan kencang.
“Maka oleh sebab itu ini sangat penting sekali di momen hari jadi untuk terus meningkatkan perjuangan dan terus tingkatkan kemampuan. Kita harus kolaborasi secara konstruktif, Banten bisa maju kalau Pandeglang maju, kalau Pandeglang tertinggal otomatis banten tertinggal maka dari itu perhatian Pemprov Banten kepada Pandeglang insyaallah program prioritas,” katanya.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Demokrat MM Fuhaira Amin mengatakan, perlunya mendengar merespon aspirasi dari masyarakat.
“Karena banyak PR besar untuk Pandeglang khususnya infrastruktur. Kemudian terkait hal-hal lain, Kita juga harus melihat secara positif tentu di masyarakat keinginan banyak, besar sekali terhadap pemerintah daerah maupun DPRD, kita harus mulai bagaimana memikirkan dan merencanakan kedepan untuk merespon aspirasi masyarakat dengan duduk bersama (Eksekutif dan Legislatif),” katanya.
Fuhaira menganggap penting untuk melakukan duduk bersama. Yang pasti harus berpikir jernih, tentu baik kepala daerah dengan pimpinan (unsur pimpinan DPRD) khususnya.
“Kita duduk bersama bagaimana memikirkan kedepan, baik itu melalui forum resmi maupun tidak non formal.
Kita betul-betul memikirkan kepentingan umum diatas kepentingan kita pribadi, baik dengan partai dan sebagainya,” katanya.
Fuhaira menegaskan, Hari Jadi tahun ke-152 ini artinya Kabupaten Pandeglang sudah sangat tua. Tapi Pandeglang ini di lihat apa yang disampaikan Wagub statis.
“Artinya kemajuannya tidak signifikan, justru ini menjadi barometer kalau Banten ini maju di lihat Pandeglang dan Lebak,” katanya.
Contoh disampaikan Wagub seperti ini perlu memikirkan terobosan terobosan kedepan tentunya pasti dengan hati pikiran yang bersih insyaallah akan mengundang stakeholder maupun putra dan putra daerah yang sukses bangun Pandeglang. Baik swasta maupun pemerintahan untuk ikut bisa betul-betul ikut memikirkan bersama-sama bahwa ini menjadi tanggungjawab bersama
“Tapi kita hilangkan apriori (berpikiran negatif) dulu di masyarakat bahwa Pandeglang ini bukan hanya milik perorangan, bukan hanya milik segelintir tapi milik bersama. Mungkin melihat berita terkini terkait kabupaten sebelah kita mendoakan berharap bupati dan wakil bupati solid ya, artinya komunikasinya bagus, jangan sampai muncul bentrok sampai di muka umum itu kurang bagus kurang elok, bagi pimpinan daerah,” katanya.
Oleh karena itu, perlu mereka duduk bersama, artinya bagi-bagi tugas. Tidak semua dikerjakan oleh bupati, mana bisa dikerjakan oleh wakil bupati jangan sampai orang diberikan amanah di non jobkan.
“Artinya orang pengangguran saja bisa kemana-mana, ngacak lah. Apalagi orang yang kompeten yang diberikan tugas amanah oleh negara oleh rakyat seperti itu diharapkan bupati dan wakil bupati proaktif jangan pasif,” katanya.
Apa yang Wagub sampaikan, mungkin itu teguran padanya dan insyaallah DPRD juga merespon harapan itu baru ketika pimpinan semua proaktif.
“Kita harapkan para kepala OPD proaktif jangan sampai kayak kemarin waktu Musrenbang,” katanya.
Fuhaira mendapatkan, laporan ada beberapa OPD tidak menghadiri atau sudah keluar sebelum waktunya. Nah ini sangat disayangkan itu kan pembahasan rencana pembangunan kita 2027 kedepan bagaimana supaya hasil maksimal dan optimal.
“Kalau kita tidak merencanakan mendiskusikan dan mengkomunikasikan dengan baik, ini nanti amburadul perencanannya. Apa yang kita lakukan berdasarkan perencanaan nanti kalau semua amburadul saling menyalahkan enggak bagus juga nanti kita pertanggungjawaban kepada masyarakat kurang baik,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











