Saya ingin mengisi sedikit ruang ini. Tidak besar. Cukup satu dua kolom. Walau sesekali bisa lebih. Itu pun kalau masih ada ruangnya.
Catatan ini juga tidak selalu penting. Sekadar berbagi saja.
Mulai hari ini, setiap Senin dan Kamis, saya akan menulis di sini.
Saya beri nama catatan SEKAM.
Boleh dianggap singkatan dari Senin–Kamis. Boleh juga dimaknai sebagai sekam. Kulit padi yang sering dibuang. Yang kelihatannya tidak ada gunanya. Padahal tidak selalu begitu. Sekam bisa jadi pupuk. Bisa jadi media tanam. Bahkan, di kampung, sekam bisa membantu menutup jalan yang licin dan becek setelah hujan. Kecil. Sederhana. Tapi tetap ada manfaatnya.
Tulisan di ruang ini mungkin juga begitu. Tidak selalu penting. Tidak selalu dibutuhkan.
Tapi kadang, yang tidak dianggap itu, justru yang kita butuhkan.
Bismillah. Kita mulai.
Doakan saja, semoga bisa konsisten. Dan tidak cepat berhenti.

Mashudi











