PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat Desa Bangkonol menggelar aksi blokade di depan gerbang Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa siang.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan sampah di TPSA Bangkonol yang dinilai belum ditangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Dalam aksi itu, warga memblokade akses masuk menuju area TPSA, menyampaikan orasi, menggelar aksi teatrikal, serta membentangkan spanduk penolakan terhadap operasional TPSA yang disebut telah menimbulkan bau tak sedap hingga ke permukiman warga.
Koordinator aksi, Ahmad Yani mengatakan, warga kecewa karena janji pemerintah daerah untuk membenahi tata kelola sampah di TPSA Bangkonol dinilai belum terealisasi.
Menurut dia, sebelumnya Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, telah menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Namun, kondisi di lapangan justru disebut semakin memburuk.
“Namun kenyataannya, kondisi di lapangan justru semakin buruk. Sampah menumpuk hingga mendekati area gerbang dan menimbulkan bau menyengat yang dirasakan hingga ke sejumlah wilayah sekitar,” kata Ahmad Yani, Selasa 7 April 2026.
Ahmad Yani menyebut, warga terdampak telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area TPSA. Akan tetapi, penanganan disebut baru dilakukan setelah adanya desakan dari masyarakat.
Ia menilai hal itu menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola persoalan sampah di wilayah tersebut.
“Boro-boro untuk impor sampah, sampah lokal saja mereka enggak serius menanganinya,” ujarnya.
Warga juga mengeluhkan bau menyengat dari TPSA Bangkonol yang disebut telah menyebar hingga ke sejumlah kampung, tempat ibadah, dan pondok pesantren di sekitar lokasi.
Menurut Ahmad Yani, bau sampah tersebut dirasakan warga di beberapa titik, seperti Kampung Sabi Tangtu, Sabi Masjid, Pasir Muncang, Kabayan, hingga kawasan pondok pesantren.
“Ini baunya luar biasa. Sampai ke Kampung Sabi Tangtu, sampai ke Sabi Masjid, sampai ke Pasir Muncang, sampai ke Kabayan. Bahkan sampai ke ponpes masih tercium bau sampah,” ucapnya.
Selain persoalan bau, massa aksi juga menyinggung dugaan kendala operasional dalam pengelolaan TPSA, salah satunya terkait keterbatasan bahan bakar minyak (BBM).
Menurut dia, informasi itu diperoleh warga dari hasil komunikasi dengan pihak operator dan petugas di lapangan.
“Ada informasi yang kami terima bahwa salah satu kendalanya karena tidak ada BBM,” kata dia.
Warga menegaskan akan tetap melakukan blokade di gerbang TPSA Bangkonol hingga ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Massa meminta Bupati Pandeglang turun langsung menemui warga dan menandatangani komitmen bersama terkait perbaikan tata kelola sampah di TPSA Bangkonol.
“Pemblokiran akan terus kami lakukan sampai ada kepastian dan keseriusan dari pemerintah daerah,” ujar Ahmad Yani.
Editor: Abdul Rozak











